Skenario Pengusaha Mal Bertahan di Tengah Pandemi, PHK Jalan Terakhir

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 320 2448863 skenario-pengusaha-mal-bertahan-di-tengah-pandemi-phk-jalan-terakhir-oHktdqwchr.jpg Skenario Pengusaha Mal Bertahan di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kebijakan PPKM memberikan dampak bagi kelangsungan dunia usaha. Akibatnya, tidak sedikit perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, saat ini memang semua dalam kondisi efisiensi, tidak terkecuali pusat perbelanjaan. Di mana, melakukan PHK itu merupakan hal yang bisa saja terjadi.

Baca Juga: Mal di Ujung Tanduk Tanpa Pengunjung? Selengkapnya di Special Dialogue Okezone

“Sekarang ini kan kondisinya semua dalam kondisi efisiensi, karena pusat perbelanjaannya tutup tidak bisa berusaha. Pendapatan turun tapi satu sisi biaya-biaya relatif tidak berkurang, salah satunya adalah upah pekerja,” ujarnya, dalam Special Dialogue Okezone, Jakarta, Senin (2/8/2021).

Menurut dia, dengan kondisi saat ini sangat wajar apabila para pelaku usaha melakukan efisiensi di bidang tenaga kerja. Namun, ada tahapan-tahapan yang dilalui untuk melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Pengelola Mal Lebih Butuh Pembebasan Pajak Biaya Sewa

“Tahapan pertama, karyawan dirumahkan tetapi dengan gaji masih dibayar penuh. Kalau PPKM Daruratnya berkelanjutan, sehingga penutupan operasinya berkepanjangan akan masuk ke tahap dua. Tahap kedua itu pekerja dirumahkan tetapi upahnya hanya dibayar sebagian. Nah kalau penutupan berkepanjangan terus, akhirnya yang terjadi adalah tahapan ketiga yakni PHK,” kata Alphonzus.

Lanjut Alphonzus, PHK adalah opsi terakhir dan menjadi hal yang selalu dihindari oleh pelaku usaha. Oleh karena itu untuk meminimalkan hal itu terjadi, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan relaksasi dan subsidi bagi para pelaku usaha.

“Oleh karenanya, kami meminta kepada pemerintah untuk bisa memberikan relaksasi dan subsidi supaya tidak terjadi opsi tiga atau meminimalkan opsi tiga, yaitu PHK. Inilah yang kami harapkan. Jadi pemerintah membantu kami dari sisi relaksasi dan subsidi supaya untuk meminimalkan PHK ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini