Seluruh Giant Tutup Permanen, Ini Pelajaran Bisnis yang Bisa Dipetik

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 320 2449134 seluruh-giant-tutup-permanen-ini-pelajaran-bisnis-yang-bisa-dipetik-NR797LxYZD.jpg Gerai Giant Resmi Tutup Permanen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Induk usaha Giant menutup 395 gerai Giant dan masih belum diketahui berapa yang bisa dikonversi menjadi Hero, IKEA, ataupun dijual ke pihak ketiga. Fenomena perubahan Giant harus dijadikan pelajaran bagi pelaku industri lainnya. Pengamat bisnis Yuswohady mengatakan perubahan Giant jadi bukti perubahan minat konsumen dari belanja di hypermarket ke berbagai format dan kebutuhan yang lain.

"Di era stay at home economy kini industri terbelah menjadi dua. Ada industri-industri yang masuk kelompok the fall yaitu industri-industri yang jatuh terkapar seperti pariwisata, airlines, restoran, bahkan termasuk ritel," ujar Yuswohady di Jakarta , Minggu (1/8/2021).

Baca Juga: Selamat Tinggal! Gerai Giant Resmi Tutup Permanen Hari Ini

Tapi sementara itu juga ada industri-industri yang masuk kelompok the rise atau the winner yaitu industri-industri yang justru menggeliat seperti ecommerce, logistik, streaming services, dan telemedicine.

Baca Juga: Hero Supermarket di Mal Ciputra Berhenti Operasi 30 Juni karena Habis Masa Sewa

"Pelaku industri harus tetap relevan dan survive di era stay at home ini. Karena itu pelaku usaha harus secara adaptif atau agile melakukan giant leap dari kategori industri the fall menjadi the rise," jelasnya.

Seperti yang dilakukan Giant, kalau perlu pemain harus melakukan pivot alias berganti format bisnis hypermarket ke bisnis lainnya seperti layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, pasar kebutuhan sehari hari melalui IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Strategi peralihan atau pivot bisa menjadi strategi survival bagi Giant dan ini juga bisa diikuti oleh seluruh pelaku usaha lainnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini