Cerita Wamendag Makan di Warung 7 Menit 38 Detik

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 320 2449210 cerita-wamendag-makan-di-warung-7-menit-38-detik-yeBWuk4BvM.jpg Wamendag Jerry (Foto: Okezone/ Kemendag)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mencoba standar makan di warung yang ditetapkan pada masa PPKM Level 4. Di mana pelanggan yang ingin makan di tempat dengan syarat prokes ketat salah satunya dengan waktu 20 menit.

Jerry pun mencoba langsung untuk melihat kemungkinan dan sejauh mana bisa dioperasikan oleh warung, khususnya yang setingkat warteg dan warung Padang. Dirinya makan di warung di sekitar Stasiun Balapan, Solo dan bisa menyelesaikan makan dengan waktu 7 menit 38 detik.

“Tadinya saya kira kalau kita makan itu lama. Ternyata setelah tadi dicoba makan bersama para staf cuma 7 menit 38 detik. Jadi terbukti bahwa jika kita taat prokes dan disiplin, waktu 20 menit itu sangat bisa diimplementasikan," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga: Pilih PPKM, Wamenkeu Ungkap Ada Perdebatan Bahas Lockdown

Dalam pengamatannya, Jerry menemukan bahwa ternyata kultur makan di warung Indonesia lebih banyak didominasi oleh ngobrol dan nongkrong yang justru lebih lama dari waktu makannya.

Oleh karena itu, mengingat masih dalam masa pandemi, dirinya berharap agar kebiasaan nongkrong berlama-lama di warung itu bisa ditinggalkan lebih dahulu.

Baca Juga: 4 Fakta Sewa Toko di Mal Bebas Pajak hingga Agustus

“Ini adalah jalan tengah dan formulasi terbaik dalam kondisi pandemi ini. Artinya, warung bisa tetap buka dan pelanggan bisa tetap makan di tempat tetapi harus sadar bahwa waktunya harus sesingkat mungkin dan jangan ngobrol. Karena saat ngobrol kemungkinan penyebaran virus sangat mungkin terjadi," ujarnya.

Dengan penerapan protocol kesehatan dan masyarakat yang disiplin dampak Covid dalam perdagangan khususnya di level perdagangan rakyat bisa diminimalkan.

Menurutnya, syarat agar perdagangan dan ekonomi masyarakat bisa terus berlangsung kuncinya hanya pada adaptasi pada kondisi pandemi ini. Protokol kesehatan harus dipatuhi sehingga secara kesehatan masyarakat juga bisa terus sehat dan beraktifitas.

Karena itu, dirinya mohon kerjasama dari semua pihak untuk bisa mendukung program dan standar-standar baru yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Kita harus memperkuat kerjasama. Saling dukung, Pemerintah tentu mengutamakan kepentingan rakyat. Mudah-mudahan dengan itu ekonomi tetap berjalan sementara masyarakat terus sehat,” pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini