Jeff Bezos 'Jatuh Miskin', Kekayaannya Lenyap Rp201 Triliun dalam Sehari

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 455 2449467 jeff-bezos-jatuh-miskin-kekayaannya-lenyap-rp201-triliun-dalam-sehari-zRWJK7v0Ot.jpg Jeff Bezos Bukan Lagi Orang Terkaya di Dunia (Foto: Blue Origin)

JAKARTA - Jeff Bezos bukan lagi jadi orang terkaya di planet ini. Bukan karena dirinya terbang meninggalkan bumi menggunakan Blue Origin.

Jeff Bezos kehilangan kekayaan sebesar USD13,9 miliar atau sekitar Rp201,6 triliun pada Jumat waktu setempat. Penurunan kekayaan Jeff Bezos karena saham Amazon ambruk 7,6% tepat setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal kedua pada Kamis siang lalu.

Akibat penurunan kekayaan tersebut, posisi Jeff Bezos berada di bawah taipan barang mewah asal Prancis Bernard Arnault. Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Senin (2/8/2021).

Meski saham perusahaan barang mewah LVMH turun hingga 1,4% dan membuatnya kekayaannya turun USD2,9 miliar atau Rp42 triliun tapi Arnault masih memiliki kekayaan bersih sebesar USD192,9 miliar atau Rp2.797,3 triliun. Angka itu masih lebih banyak 500 juta dolar AS atau Rp7,25 triliun dibanding total kekayaan bersih Bezos senilai USD192,4 miliar atau Rp2.790,1 triliun.

Keduanya memang saling balap sebagai orang terkaya di dunia di rentang akhir Mei hingga awal Juni. Tapi Bezos telah menguasai 50 hari terakhir sebagai orang terkaya di dunia, terlepas dari wisata luar angkasa singkat pada tanggal 20 Juli lalu.

Selepas Arnault mendapatkan kekayaan lebih dari USD100 Miliar di tahun pertama pandemi, LVMH sukses melakukan reli di sebagian besar musim panas. Arnault memiliki 47% saham di perusahaan, yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari USD400 Miliar. Cabang-cabangnya mencakup Louis Vuitton, Moet & Chandon, Christian Dior dan Tiffany & Co.

Meskipun sahamnya jatuh, namun Amazon jauh dari batas kegagalan di kuartal dua. Bisnis ini menghasilkan pendapatan USD113 Miliar atau 27% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu dan meraup laba bersih USD7,8 miliar. Tapi para pemegang saham berharap kekayaannya akan lebih besar, terutama setelah pendapatan kuartal pertama meningkat 44%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini