Penguatan IHSG Dibayangi Jelang Data Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 278 2450050 penguatan-ihsg-dibayangi-jelang-data-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-aBdo4REbzn.jpg Jelang Data Ekonomi RI Bayangi IHSG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Pada pembukaan tadi pagi, IHSG menguat 0,31% ke level 6.115.

Equity Analyst Erdikha Elit Sekuritas Hendri Widiantoro mengatakan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen negatif dari luar dan dalam negeri.

“Luar dan dalam itu balance, di mana sentimen itu sama-sama negatif sebenarnya. Di luar negeri ada penambahan kasus Covid-19 di Amerika, kemudian rilis PMI manufacture di Amerika yang juga melambat, sehingga mengurangi ekspetasi kecepatan ekonomi di Amerika serta, juga adanya data klaim pengangguran yang akan dirilis besok,” katanya dalam Market Opening IDX Channel, Selasa (3/8/2021).

Kemudian, dari dalam negeri sendiri, yakni adanya rilis produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan tidak akan sesuai dengan ekspetasi Bank Indonesia (BI).

“Di dalam negeri juga ada sentimen negatif sebenarnya yang akan dirilis pada Kamis besok. Di situ misal rilis PDB yang kemarin diperkirakan PDB tidak akan sesuai dengan ekspetasi Bank Indonesia sebelumnya,” kata Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan, dengan adanya kondisi tersebut, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen yang masih cukup mix. Menurutnya, jika dicermati, pada pekan ini pergerakan IHSG akan lebih dipengaruhi rilis PDB.

Sementara itu, dia menilai, wajar bila inflasi pada Juli kemarin terjadi pertumbuhan. Namun, pertumbuhan tersebut memang terbatas. Hal tersebut terjadi, karena adanya PPKM dan pada bulan Juni memang tidak ada momen penting seperti di bulan Mei.

“Saya lihat wajar saja inflasi itu terjadi pertumbuhan, namun terbatas kalau di level 0,08%. Di mana, sebelumnya itu kan masih negatif. Namun, di sini perlambatannya karena kemarin ada PPKM, terus kemudian kita lihat di bulan Juli itu juga tidak ada momen-momen penting seperti halnya bulan Mei yang mana bulan-bulan tersebut itu momen libur Lebaran,” ujar Hendri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini