Semen Indonesia (SMGR) Kantongi Laba Rp794 Miliar, Naik 29%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 278 2450118 semen-indonesia-smgr-kantongi-laba-rp794-miliar-naik-29-qVanyynxmp.jpg Semen Indonesia Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 794,12 miliar sepanjang semester pertama 2021 atau tumbuh 29,7% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan laba diantaranya ditopang oleh peningkatan pendapatan, peningkatan volume penjualan serta pengelolaan utang yang berkelanjutan.

“Pengelolaan utang yang berkelanjutan yang dilakukan oleh perseroan mampu menghasilkan penurunan biaya keuangan sebesar 27,7% pada semester pertama tahun 2021,” ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Laba Emiten RS Hermina Rp544,6 Miliar, Meroket 422%

Disampaikannya, selama semester pertama 2021, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp16,21 triliun terutama disebabkan oleh peningkatan total volume penjualan. Untuk penjualan ekspor perseroan meningkat sebesar 35,5%. Dengan peningkatan ekspor tersebut mampu mencatatkan peningkatan total volume penjualan sebesar 5,7%.

Kata Hendi, peningkatan penjualan regional merupakan upaya perseroan untuk memastikan utilisasi fasilitas produksi tetap terjaga di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mimi Halimin, PT Semen Indonesia Tbk diproyeksikan memasuki kondisi yang lebih baik pada semester II tahun ini. Hal itu bakal didukung oleh peningkatan penjualan semen curah, yang sejalan dengan mulai menggeliatnya pengembangan proyek infrastruktur.

Baca Juga: Jumlah Rights Issue Emiten Rp35,7 Triliun, Meroket 302%

Namun, penjualan selama semester I tahun ini yang diperkirakan masih rendah bisa menyebabkan kinerja keuangan tahun ini tidak sesuai ekspektasi. Semen Indonesia, kata Mimi, masih menghadapi tantangan berat sepanjang semester I tahun ini, namun kondisi bakal berbeda pada semester II tahun ini. “Kami memperkirakan pemulihan volume penjualan semen perseroan akan mulai terjadi pada kuartal III dan IV tahun ini. Sedangkan penjualan paruh pertama 2021 masih rendah,” tulis dia dalam risetnya.

Proyeksi rendahnya volume penjualan semen perseroan pada paruh pertama tahunini mendorong Mirae untuk merevisi turun target kinerja keuangan Semen Indonesia. Perkiraan pendapatan tahun ini dipangkas sekitar 0,9% menjadi Rp 38,2 triliun.

Meski dipangkas, proyeksi tersebut masih menunjukkan pertumbuhan sekitar 8,7% dari realisasi tahun 2020. Begitu juga dengan keuntungan kemungkinan terpengaruh oleh peningkatan biaya pembelian batu bara yang bisa berimbas terhadap margin keuntungan kotor perseroan. 

Margin keuntungan kotor (gross margin) perseroan kemungkinan turun menjadi 32,8% tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu 33%. Meski demikian, menurut dia, biaya keuangan perseroan tahun ini diperkirakan turun sejalan dengan penurunan level utang.

Diperkirakan DER perseroan akan turun menjadi 0,63 kali tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 0,75 kali. Dengan faktor tersebut, laba bersih perseroan diharapkan bertumbuh mencapai 17,9% menjadi Rp 3,3 triliun pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini