Naik 18%, Pendapatan Mayora Indah Rp2 Triliun saat Pandemi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 278 2450128 naik-18-pendapatan-mayora-indah-rp2-triliun-saat-pandemi-X3xdaeYgUS.jpeg Mayora Indah Raup Pendapatan (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Di paruh pertama 2021, emiten konsumer PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) membukukan pendapatan Rp13,15 triliun naik Rp2 triliun alias 18,68% dari Rp11,08 triliun pada semester pertama tahun lalu. Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan perseroan juga meningkat signifikan menjadi Rp9,56 triliun naik 24,1% dari Rp7,7 triliun pada periode semester I/2020.

Berkah kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan juga meningkat tidak signifikan menjadi Rp3,59 triliun dari Rp3,37 triliun. Kemudian neban usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp2,34 triliun dari Rp2,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Akhirnya Ramayana Bisa Cetak Laba Rp137,8 Miliar saat Pandemi

Hasilnya, jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp930,56 miliar turun tipis 0,08% dari Rp938,47 miliar. Adapun, jumlah aset perseroan meningkat menjadi Rp20,19 triliun per 30 Juni 2021 dari Rp19,77 triliun per 31 Desember 2020.

Baca Juga: Pendapatan Turun, Adhi Karya Raup Laba Rp8,2 Miliar di Semester I-2021

Dengan kenaikan pada jumlah aset lancar menjadi Rp13,28 triliun dari Rp12,83 triliun, sementara aset tidak lancar turun menjadi Rp6,9 triliun dari Rp6,93 triliun. Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan turun menjadi Rp7,95 triliun dari Rp8,5 triliun. Penurunan terjadi pada liabilitas jangka pendek menjadi Rp3,23 triliun dari Rp3,47 triliun sementara liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp4,72 triliun dari Rp5,03 triliun.

Sementara itu, jumlah ekuitas emiten produsen Kopiko ini tercatat Rp12,23 triliun naik dari Rp11,27 triliun pada akhir tahun lalu. Posisi kas dan setara kas hingga 30 Juni 2021 juga mengalami kenaikan menjadi Rp3,74 triliun dibandingkan dengan Rp3,44 triliun pada 30 Juni 2020.

Tahun ini, perseroan meyakini bisnis makanan ringan tetap memiliki prospek yang positif walau dunia masih diliputi oleh pandemi Covid-19. Sekretaris Perusahaan Mayora Indah, Yuni Gunawan pernah bilang, makanan ringan yang dijual MYOR termasuk dalam segmen bisnis package foods. Adapun segmen bisnis MYOR lainnya adalah package beverages. Kedua segmen ini memberikan kontribusi yang tidak jauh berbeda bagi MYOR.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini