Sri Mulyani Akui Pendalaman Pasar Keuangan RI Masih Rendah dari Malaysia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 320 2450136 sri-mulyani-akui-pendalaman-pasar-keuangan-ri-masih-rendah-dari-malaysia-e8fTBKdBK5.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pendalaman pasar keuangan Indonesia masih rendah dibandingkan potensinya. Bahkan juga lebih rendah dibandingkan negara yang tergabung dalam Asean 5.

"Kita masih rendah dari Malaysia, Singapura dan Filipina," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Pasar SBN Dinilai 'Kebal' Covid-19, Ini Penjelasannya

Padahal inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor keuangan.

Untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, sangat diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja. Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.

"Pemerintah akan terus mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan," katanya.

Selain untuk mewujudkan sektor keuangan Indonesia yang inklusif, partisipasi generasi muda dan masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.

"Like it merupakan series kegiatan literasi yang diinisiasi dengan kolaborasi bersama dan diselenggarakan secara bergantian oleh FKPPPK. Series literasi ini akan memberikan pemahaman mengenai produk atau investasi di surat berharga negara, produk pasar modal serta bagaimana mengelola keuangan secara bijak," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini