Ahok Bilang Begini Pertamina Masuk Fortune Global 500, Ungguli Tesla dan Coca-Cola

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 320 2450307 ahok-bilang-begini-pertamina-masuk-fortune-global-500-ungguli-tesla-dan-coca-cola-ZudQ56jHE6.jpg Ahok Bilang Begini Pertamina Masuk Fortune Global 500 (Foto: Dokumen Pertamina)

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berharap kinerja Pertamina semakin membaik ke depannya usai Pertamina kembali masuk dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2021 di peringkat ke 287.

Ahok mencatat, sejumlah harapan dari prestasi yang baru saja diperoleh Pertamina. Baik berupa bring dollar home dari kegiatan hulu (upstream), menghilangkan rasa salah pengertian atau kekeliruan, hingga mampu menggenjot kinerja Dewan Komisaris (BOC) Dewan Direksi (BOD) di seluruh sub holding. Khususnya, mengoptimalkan pembiayaan perusahaan.

"Selamat kepada jajaran manajemen yang telah bekerja melakukan cost optimasi dan juga kerja BOC, BOD seluruh sub holding yang bekerja mendukung kebijakan manajemen Persero (holding). Hilangkan perkeliruan, iya harus bisa bring dollar home dari upstream," ujar Ahok saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Pertamina Masuk Fortune Global 500, Begini Kata Erick Thohir

 

Dari sisi operasional, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, Pertamina masih tertinggal jauh dengan perusahaan minyak dan gas negara lain di dunia. Misalya, perusahaan milik Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas).

Untuk mengejar ketertinggal, manajemen perusahaan pelat merah itu perlu kerja keras dan mengambil langkah-langkah strategis ke depannya.

"Dibanding Petronas dan perusahaan minyak lainnya masih tertinggal jauh, harus kerja lebih keras," kata dia.

Senada, Pemegang saham juga berharap Pertamina bisa masuk 50 perusahaan terbesar di dunia. Sementara, BUMN lainnya di targetkan masuk dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan langkah itu sebagai mimpi pemegang saham yang harus direalisasikan.

"Benchmark kita haruslah tinggi. Jadi tidak cukup sekadar top 500, kita bisa lebih baik lagi. Mimpi kita bahwa Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar di dunia dan BUMN kita yang lain masuk juga ke top 500," ujar Erick.

Dia mencatat, frame Pertamina adalah perusahaan yang bersaing dengan kompetitor di level dunia. Sebab, perusahaan memiliki segala syarat, baik kualitas dan kapabilitas.

"Saya optimistis bahwa kinerja Pertamina dapat lebih baik lagi. Dan frame bagi Pertamina adalah mesti bersaing dengan kompetitor di level dunia," tuturnya.

Pemeringkatan Fortune Global 500 adalah ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune sejak tahun 1955. Tolok ukur utamanya adalah besaran pendapatan termasuk pendapatan anak perusahaan (consolidated gross revenue). Indikator lain adalah penyertaan modal pemegang saham, kapitalisasi pasar, keuntungan, jumlah karyawan, dan sejak tahun 1990 indikator negara asal perusahaan juga dipertimbangkan dalam Fortune Global 500.

Di sektor energi, beberapa nama International Oil Company juga tercatat masuk dalam pemeringkatan Fortune Global 500 tahun 2021, kendati secara finansial berhasil mencapai revenue signifikan namun perusahaan tersebut mengalami kerugian. Di antaranya BP (18), Royal Dutch Shell (19), Exxon Mobile (23), Chevron (75) dan Petronas (277). Berada di bawah peringkat Pertamina, Repsol di posisi 381, sedangkan dari industri lain terdapat nama Coca-Cola (370), Tesla (392) dan Danone (454).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini