BI: Sumber Pembiayaan bagi Perekonomian Diperluas

Antara, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 320 2450413 bi-sumber-pembiayaan-bagi-perekonomian-diperluas-2uqaOoUBN8.jpg Sumber pembiayaan perekonomian Indonesia diperluas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) akan terus memperluas sumber pembiayaan bagi perekonomian Indonesia.

"Tidak hanya dari kredit, tapi terutama juga dari penerbitan sekuritas, surat-surat berharga jangka panjang, maupun jangka pendek," papar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Sudah Habiskan Rp305,5 Triliun, Ini Rinciannya

Menurut dia, perluasan sumber pembiayaan tersebut, tidak hanya melibatkan Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), tetapi juga surat berharga komersial dan transaksi pasar uang, termasuk lindung nilai atau Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Oleh karena itu, FKPPPK yang terdiri dari BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus melakukan harmonisasi pengaturan, ketentuan dan kebijakan terkait pembiayaan dari pasar keuangan.

Baca Juga: Skenario Terburuk, Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,8%

Dengan demikian, ia memastikan terjadi sinergi dari keempat lembaga tersebut yang semakin cepat dan semakin mendukung pengembangan pasar uang domestik.

Perry juga menuturkan integrasi dari infrastruktur pasar uang maupun pasar modal nantinya akan terus dibangun agar menjadi pondasi bagi sumber pembiayaan yang makin kuat kedepannya.

Integrasi infrastruktur pasar uang dan pasar modal ini juga bisa mendorong pasar keuangan Indonesia lebih dalam, lebih efisien, dan lebih menjadi bagian dari reformasi struktural Indonesia maju.

"Terutama juga untuk perluasan basis investor di Tanah Air," kata Perry.

BI, kata Perry, terus mendukung perluasan sumber pembiayaan untuk investasi di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing. Berbagai produk untuk repo maupun DNDF terus diperkaya, hingga pembangunan infrastruktur pasar uang Electronic Trading Platform (ETV).

"Insya Allah kami juga akan menghadirkan lembaga Central Counterparty (CCP) untuk derivatif dengan underlying SBN maupun yang berkualitas lainnya," ungkap Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini