PLN Dapat Kucuran Dana Rp2 Triliun untuk Bangun PLTS Terapung Cirata

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 320 2450421 pln-dapat-kucuran-dana-rp2-triliun-untuk-bangun-plts-terapung-cirata-bm7gC81TD5.jpg PLN mendapat pinjaman dana untuk membangun PLTS Cirata (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mendapat kucuran dana Rp2 triliun dari tiga bank internasional untuk garapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. Sindikasi tiga bank internasional tersebut adalah Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale, dan Standard Chartered Bank.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebut, pembangunan PLTS untuk mendukung penerapan bauran energi baru dan terbarukan (EBT). PLTS terapung tersebut menjadi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai pembangunan di kisaran USD140 juta atau setara Rp2 triliun.

Baca Juga: Capai Kesepakatan Finansial, PLTS Terapung Cirata Terbesar di Asia Tenggara

PLTS tercatat berkapasitas 145 MWAc dan ditargetkan akan beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada November 2022. Karenanya, ketiga bank asing tersebut siap melakukan pendanaan berdasarkan kesepakatan financial close pada 2 Agustus 2021 kemarin.

"Pencapaian tahap financial close ini merupakan hasil dukungan penuh PLN sebagai pembeli listrik PLTS Cirata dan PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), selaku induk dari PT PJB Investasi (PJBI) dan Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PT PMSE)," ujar Zulkifli, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Soal Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Belajar dari Vietnam dan Thailand

Perseroan optimistis pembangkit ramah lingkungan ini bisa beroperasi komersial sesuai jadwal pada akhir 2022. Dia mencatat, kehadiran PLTS Terapung Cirata akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri, mengingat pembangkit listrik ini dapat mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida.

Pembangunan proyek strategis nasional (PSN) dan masuk dalam pilar 'Green' Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi bagian dari transformasi PLN. Karenanya, diharapkan dapat berkontribusi terhadap capaian EBT nasional sebesar 23% pada 2025.

"Keberhasilan pengembangan proyek ini, kedepannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” katanya.

Adapun, PLTS Terapung Cirata akan dijalankan Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) yang merupakan project company hasil bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI, dengan porsi saham 51% dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar dengan porsi saham 49%.

Di sisi pengembangan EBT, PLTS Terapung ditargetkan bisa menghasilkan energi 245 juta kWh per tahunnya. Sebab, dinilai memegang peranan penting dalam elektrifikasi dan sisi pengembangan sumber daya manusia.

Pembangkit yang menempati area seluas kurang lebih 200 hektare di Waduk Cirata ini akan memasok listrik untuk 50.000 rumah serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini