Dirut PLN: PLTS Terapung Cirata Jadi Revolusi Pengembangan EBT di RI

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 320 2450433 dirut-pln-plts-terapung-cirata-jadi-revolusi-pengembangan-ebt-di-ri-s2w8kIbmpD.jpg PLTS Terapung Cirata jadi revolusi pengembangan EBT di Indonesia (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata menjadi langkah besar bagi Indonesia dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). PLTS terapung berkapasitas 145 MWac ini akan menjadi pembangkit terbesar di Asia Tenggara.

PLTS Terapung Cirata akan dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) yang merupakan perusahaan patungan antara unit usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) sebesar 51% dan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab Masdar sebesar 49%.

Baca Juga: Capai Kesepakatan Finansial, PLTS Terapung Cirata Terbesar di Asia Tenggara

"Kehadiran dari PLTS Terapung Cirata 145 MWac ini akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri mengingat pembangkit ini akan mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini dalam konferensi pers, Selasa (3/8/2021).

Zulkifli memaparkan, hingga semester I/2021, total kapasitas pembangkit yang beroperasi sebesar 63 GW dengan porsi EBT sebesar 7,9 GW dan bauran energi EBT sebesar 13%. Dengan adanya PLTS Terapung Cirata ini akan memberikan kontribusi tambahan EBT sekitar 0,2%.

Baca Juga: Soal Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Belajar dari Vietnam dan Thailand

"Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah untuk mencapai bauran EBT 23% di tahun 2025. Kami juga berharap ke depan PLTS Cirata akan jadi pemicu dalam pengembangan EBT khususnya PLTS dengan tarif yang semakin kompetitif," paparnya.

PLTS Terapung Cirata ini memiliki kapasitas 145 MWac dengan luas lahan 250 hektar. Proyek pembangkit ini memiliki skema Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT) selama 25 tahun. Harga jual listrik PLTS terapung ini juga kompetitif, yaitu USD5,817 sen per kWh.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, PLTS Terapung Cirata yang merupakan proyek strategis nasional ini yang bisa menjadi percontohan pengembangan PLTS di Indonesia ke depannya.

"Kami tentu berharap pembangunan PLTS Cirata ini akan meningkatkan bauran EBT 23% di tahun 2025," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini