6 Tips Bisnis Kerajinan Kulit

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 455 2450308 6-tips-bisnis-kerajinan-kulit-yN2iAWNP50.jpg Tips Bisnis Kerajinan Kulit (Foto: Electi Leather)

JAKARTA - Bisnis kerajinan kulit bidang fashion di tanah air kini sudah dapat diadu dengan produk impor. Para perajin kulit generasi muda terus tumbuh berkembang. Perkembangannya signifikan baik dari kreativitas hingga kualitas produk kulit tersebut.

Secara ragam produk juga semakin berkembang tidak hanya sebatas sepatu atau ikat pinggang kulit. Para perajin juga tidak lagi didominasi daerah-daerah sentra kerajinan kulit tapi juga di kota besar.

Baca Juga: Perencanaan Usaha Budidaya Unggas Petelur

Salah satu perajin kulit muda adalah Muhammad Abie sebagai pemilik brand, Electi Leather, di Depok. Dirinya merintis usaha tersebut sejak 2019 dengan modal awal hanya Rp 450 Ribu. Uang tersebut untuk modal membeli setengah lembar kulit sapi jenis pull up leather dari Cibaduyut. Bermodal keyakinan dia pun langsung mengolah sendiri kulit sapi tersebut hingga menjadi sebuah tas kecil. Namun seiring berjalannya waktu produknya berkembang mulai dari dompet, card holder, gesper, clutch, hingga produk duffel bag.

Dari pengalamannya tersebut kini dia membagikan tips-tips bagi yang minat memulai usaha kerajinan kulit sebagai berikut.

Baca Juga: Alasan Kenapa Harus Membuat Catatan Keuangan Usaha

1. Pastikan kamu sudah mantap memilih style produk kulit yang kamu inginkan atau sesuai dengan passionmu. Umumnya ada kategori style yang biasa dipilih yaitu rustic dan elegan. Karena bila sudah mulai melakukan produksi akan ada godaan untuk berganti style. Risikonya bisa galau memilih yang sesuai minat dari awal atau mengikuti tren. Ujungnya hasil akhir produk tidak maksimal dan bisnis tidak berjalan optimal.

2. Berinvestasi pada peralatan yang bermutu bagus. Karena menurutnya peralatan kerajinan kulit yang bermutu tentu lebih mahal harganya. Namun jangan sampai karena bermaksud irit namun mengorbankan produk akhirnya. Dengan menggunakan peralatan berkualitas tinggi hasilnya akan lebih baik, presisi, dan meminimalisir kesalahan bekerja. Dia mencontohkan alat krusial yang wajib dengan kualitas tinggi yaitu garpu membuat lubang atau prong kulit.

3. Selalu mengikuti tren yang berkembang. Salah satunya dengan aktif memantau sosmed khususnya Instagram. Berikutnya bisa dengan tidak sungkan bertanya ke pengrajin lainnya. Bahkan kini kita bisa lebih mudah bertanya soal trik membuat produk karena adanya sosmed. Seluruh perajin kini bisa melihat teknik pengrajin kulit dari kiblatnya seperti Jepang dan AS.

4. Kembangkan skill sebagai perajin kulit dengan terus berlatih mengolah kulit. Menurutnya ini salah satu syarat wajib pengembangan diri seorang perajin kulit. Mengulang-ulang ilmu dasar tanpa meremehkan hingga sempurna. Hal inilah yang bisa meningkatkan nilai jual produk kulit. Dompet dengan biaya pokok Rp200 Ribu bisa dijual dengan harga Rp1 Juta. Asalkan mengerjakan dengan menjaga kualitas tinggi dan kerjanya sangat tinggi.

5. Jangan takut menghasilkan pola sendiri. Karena sebagai syarat wajib, seorang perajin kulit pertama kalinya tentu harus bisa membikin pola. Berawal dari itu baru kemudian bisa berinovasi untuk mengembangkan produk baru namun tetap fungsional dan orisinil.

6. Dia juga memberikan tips untuk menyiasati membeli kulit impor yang bagus tapi harganya mahal. Salah satu caranya agar tetap bisa hemat biaya, bisa dengan membeli bersama-sama. Bahkan kadang hingga berlima perajin karena tergantung bujet masing-masing. Bahan kulit yang berkualitas bagus umumnya impor dari AS, Italia, ataupun Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini