OJK: Literasi Keuangan Bisa Lindungi Investor dari Investasi Bodong

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 622 2450243 ojk-literasi-keuangan-bisa-lindungi-investor-dari-investasi-bodong-dHFdInfsWM.jpg OJK ingatkan masyarakat tak tergiur investasi dengan bunga tinggi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan literasi keuangan seiring terus meningkatnya jumlah investor individu. Berdasarkan data OJK, investor pasar modal meningkat menjadi 5,60 juta atau 96% (yoy) pada Juni 2021.

Dari angka ini, sebanyak 70% didominasi oleh investor ritel yang berasal dari kalangan milenial. Adapun langkah pemenuhan literasi keuangan terus didorong OJK untuk menjauhkan investor dari investasi abal-abal alias ilegal.

Baca Juga: Sikat! 109 Situs Investasi Bodong Diblokir

“Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi investor ritel yang menjadi follower di pasar modal sehingga dapat melindungi investor dari investasi ilegal dan memitigasi investasi yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek yang tinggi tanpa mempertimbangkan risiko, aspek legalitas produk serta aspek kewajaran penawaran,” kata Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Selasa (8/7/2021).

Wimboh juga menekankan pentingnya kecermatan dalam memilih instrumen investasi bagi kalangan baru agar tidak terjerumus dalam iming-iming 'keuntungan yang tinggi, khususnya di pasar modal.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Jangan Mudah Percaya Investasi Berizin OJK, Ini Cara Cek Keasliannya

“Masyarakat juga perlu hati-hati memilih instrumen di pasar modal karena bisa jadi bahwa supply dan demand di pasar modal ini tidak balance, itu akan menimbulkan volatile harga di pasar modal dan sangat berpotensi untuk menjadi spekulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” terang Wimboh.

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, kemampuan literasi keuangan memiliki peran yang penting dan dapat berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan keuangan baik individu maupun korporasi.

Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) dari OJK pada 2019, indeks literasi keuangan mencapai 38,03%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 76,19%.

Angka ini meningkat jika dibandingkan hasil survei OJK pada 2016 yang saat itu indeks literasi hanya sebesar 29,7%, dan indeks inklusi keuangan mencapai 67,8%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini