Pembangunan Bendungan Manikin Sudah Habiskan Anggaran Rp316,9 Miliar

Antara, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 470 2450767 pembangunan-bendungan-manikin-sudah-habiskan-anggaran-rp316-9-miliar-Z5TUE53Mg0.jpg Pembangunan bendungan Manikin telah menyerap anggaran Rp316,9 miliar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Realisasi anggaran untuk pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur mencapai sebesar 74,39% atau setara Rp316,9 miliar.

"Realisasi anggaran 74,39% ini dari total pagu tahun 2021 sebesar Rp426,1 miliar," kata pelaksana tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan NTT Tri Budhianto dilansir dari Antara, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Bendungan Ladongi Siap Diisi Air pada Juli 2021

Dia mengatakan hal itu berkaitan dengan realisasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Bendungan Manikin merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibangun menggunakan anggaran APBN di NTT untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di Kabupaten Kupang.

Baca Juga: Pembangunan 3 Bendungan Dikebut demi Ketahanan Pangan

Ia menjelaskan realisasi anggaran pembangunan Bendungan Manikin ini merupakan bagian dari belanja Pemerintah Pusat di NTT dengan total keseluruhan realisasi belanja selama periode Januari-Juli 2021 mencapai Rp5,57 triliun.

Bendungan Manikini di Desa Kuaklalo ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan air baku penduduk sebanyak 700 liter/detik serta irigasi pertanian seluas 560 hektare.

Selain itu keberadaan bendungan ini juga untuk pengendalian banjir di dataran Manikin.

Bendungan Manikin merupakan bendungan kelima dari rencana tujuh bendungan yang dibangun di NTT. Tiga bendungan lain telah selesai dibangun yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

Selain itu Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sedang dalam proses konstruksi.

Dia menambahkan pembangunan Bendungan Manikin sendiri ditargetkan selesai pada akhir 2022 sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Kupang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini