IHSG Diprediksi Menguat Jelang Data Pertumbuhan Ekonomi, Cermati Saham ANTM hingga BBRI

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 278 2451117 ihsg-diprediksi-menguat-jelang-data-pertumbuhan-ekonomi-cermati-saham-antm-hingga-bbri-nNlkKpaSN5.jpg IHSG Diprediksi Menguat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini jelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021. Pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.143-6.184.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak break out resistance 6.150 dan bergerak pada upper bollinger bands setelah terkonfirmasi cukup kuat di atas level moving average 5 hari.

"Indikator Stochastic dan RSI memberikan momentum yang berbalik naik mendekati area overbought. Pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi melanjutkan penguatan menguji upper bollinger bands dan resistance fibonacci retracement dengan support resistance 6.143-6.184," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (5/8/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ANTM, BBRI, CTRA, INDF, MEDC, SILO, TOWR, BJBR.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 28,46 poin atau 0,46 persen ke level 6.159 dengan saham BBRI, BBHI, TLKM, BBKP, dan BBSI menjadi leader penguatan disaat BBCA, SMMA, FREN dan UNVR melemah menjadi penekan pergerakan.

Indeks sektor Transportasi (+1.31%) dan Keuangan (+1.30%) memimpin penguatan. Investor optimis pada konsensus data pertumbuhan PDB Indonesia yang akan rilis hari Kamis. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 358.47 Miliar rupiah dengan saham BBRI, BABP dan BBCA yang menjadi top net buy value investor asing.

Leader:

BBRI, BBHI, TLKM, BBKP, BBSI

Laggard:

BBCA, SMMA, FREN, UNVR, EMTK

Sementara itu, Bursa Saham Asia berpotensi terkonsolidasi pada perdagangan hari kamis setelah saham AS merosot ditengah data ekonomi yang rilis beragam dan komentar dari pejabat federal reserve mengenai Bank Sentral akan berada pada jalur kebijakan untuk mengurangi dukungan stimulus. Wakil Ketua Richard Clarida mengatakan The Fed berpotensi untuk menaikan suku bunga pada tahun 2023 dan mengurangi pembelian obligasi pada akhir tahun ini.

Indeks future Jepang, Hongkong dan Australia dibuka turun sedangkan indeks kontrak berjangka ekuitas AS berfluktuasi. Minyak jatuh di bawah $70 per barel setelah peningkatan persediaan minyak mentah AS menambah kekhawatiran baru tentang pemulihan permintaan di tengah kebangkitan virus corona. Harga minyak turun 3.42% sedangkan batubara naik 1.50%. Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak tertahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini