Pemulihan Ekonomi, Jadi Alasan Banyak Perusahaan IPO Tahun Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 278 2451201 pemulihan-ekonomi-jadi-alasan-banyak-perusahaan-ipo-tahun-ini-T0tydiLI9H.jpg Pemulihan Ekonomi, Jadi Alasan Banyak Perusahaan IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan 25 perusahaan yang berada pada pipeline yang akan melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga dengan 30 Juli pada tahun ini

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya melihat beberapa hal yang melatarbelakangi calon emiten yang ingin melaksanakan IPO pada semester kedua tahun 2021, salah satunya terkait pemulihan ekonomi Tanah Air.

"Adanya pemulihan ekonomi dan pertumbuhan yang terus berlanjut pada semester dua tahun 2021, diharapkan dapat memberikan iklim positif bagi ekosistem Pasar Modal Indonesia. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2021 diperkirakan sebesar 3,5 - 4,3 persen, ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: 25 Perusahaan Antre IPO di Bursa Efek Indonesia

 

"Sementara itu, Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 sebesar 5,8 persen atau meningkat tipis dari perkiraan sebelumnya 5,7 persen," katanya.

Nyoman menambahkan, ditinjau dari perkembangan perusahaan yang mencatatkan Efeknya di Bursa baik berupa Saham, Obligasi dan Sukuk, pada tahun 2021 ini pertumbuhannya relatif lebih baik.

Sampai dengan 30 Juli 2021, terdapat 64 perusahaan yang telah mencatatkan Saham, Obligasi dan Sukuk. Dengan melihat jumlah perusahaan tersebut, menunjukkan minat perusahaan untuk menghimpun dana di Pasar Modal Indonesia masih dinilai baik.

Demikian juga jumlah perusahaan yang akan mencatatkan Efeknya di Bursa. Pada 30 Juli 2021, terdapat 48 perusahaan yang berada dalam pipeline Saham, Obligasi, Sukuk dan mungkin akan bertambah lagi mengingat adanya waktu sekitar lima bulan sampai dengan akhir tahun 2021.

"Hal ini mengindikasikan adanya optimisme pada perusahaan-perusahaan yang akan menghimpun dananya di Pasar Modal Indonesia," katanya.

Nyoman menjelaskan, sampai dengan 30 Juli 2021, terdapat 25 perusahaan yang berada pada pipeline saham Bursa. Namun, pihaknya belum dapat menginformasikan nama-nama calon emiten sampai mendapatkan izin publikasi dari OJK.

"Bagi perusahaan-perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana di pasar modal, tentunya akan kami sambut dengan baik. Bursa turut mendukung perusahaan-perusahaan dengan berbagai macam jenis usaha, sektor usaha dan skala perusahaan (besar, menengah dan kecil) yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa agar dapat bertumbuh di Pasar Modal Indonesia," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini