3 Jurus OJK Jaga Kepercayaan Investor Pasar Modal

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 278 2451256 3-jurus-ojk-jaga-kepercayaan-investor-pasar-modal-AHuTn5TATT.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong seluruh stakeholder terkait untuk menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah investor yang didominasi kalangan milenial dan gen z.

Bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK), OJK telah menyiapkan 3 program dalam mewujudkan hal itu.

"Tentu saja naiknya investor pasar modal ini menggembirakan namun harus dibarengi dengan penerapan 3 program utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara, dalam Webinar Edukasi Keuangan 'Like It' secara virtual di Youtube Jasa Keuangan, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, Jadi Alasan Banyak Perusahaan IPO Tahun Ini

Program pertama adalah peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di pasar modal. Tirta meyakini bahwa dengan literasi keuangan, investor akan semakin cakap dalam pengambilan keputusan investasi.

Kedua, OJK sedang berupaya untuk memperluas akses keuangan khususnya produk pasar modal. Menurut Tirta, pendalaman dan perluasan instrumen investasi merupakan hal yang krusial. Baginya, langkah ini dapat memberikan alternatif instrumen yang banyak dengan informasi yang lengkap dan merata.

Baca Juga: BEI: Potensi Penggalangan Dana Pasar Modal Rp34,4 Triliun pada 2021

"Dalam situasi pandemi seperti ini, ketersediaan produk investasi yang aksesible, fleksibel dan affordible merupakan hal yang krusial. Kita akan terus mendorong upaya pendalaman pasar keuangan melalui FKPPPK. Hal ini penting untuk memberikan alternatif instrumen investasi yang lebih banyak, informasi yang lengkap," ungkapnya.

Sementara yang ketiga adalah inklusi keuangan. Tirta melihat perlunya sinergi antara regulator, pemerintah, dan juga industri jasa keuangan, sejalan dengan maraknya produk investasi yang bersifat hybrid.

Tirta memahami bahwa OJK akan terus membuat regulasi yang relevan untuk kemajuan sektor keuangan serta dapat merespons pengaduan konsumen.

"Menyikapi semakin banyaknya produk investasi yang bersifat hybrid, maka sinergi diantara regulator, pemerintah, dan juga industri, sudah menjadi keharusan. Kita ditantang untuk selalu membuat regulasi yang relevan untuk kemajuan sektor keuangan serta harus mampu mengawasinya, dan dapat merespons pengaduan konsumen dengan baik dan tepat waktu," ujarnya.

Tak lupa, Tirta mengatakan pihak OJK bersama dengan lembaga lain akan terus mendorong upaya pemberantasan investasi ilegal melalui satgas waspada investasi.

"Hal ini penting mengingat tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana dan pengelolaan investasi sebagian besar bersifat lintas lembaga atau kementerian, maka kerjasama dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan multak dilakukan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini