Berkah Pembangunan Infrastruktur, Indocement Raup Pendapatan Rp6,6 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 278 2451333 berkah-pembangunan-infrastruktur-indocement-raup-pendapatan-rp6-6-triliun-o20XXk25Hl.jpg Indocement Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Menggeliatnya pembangunan infrastruktur menjadi berkah bagi emiten produsen semen. Hal inilah yang dialami PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp6,66 triliun atau lebih tinggi 7,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp6,17 triliun.

Produsen semen Tiga Roda ini menyebutkan, kenaikan pendapatan pun mengangkat laba menjadi Rp122,02 miliar pada semester I/2021 atau tumbuh 24,79% dari semester I/2020 yang senilai Rp470,02 miliar.

Sementara itu, EBITDA membaik 33,6% secara tahunan menjadi Rp1,28 triliun atau 19,2% dari pendapatan neto. Dilihat dari kontributor pendapatan, volume penjualan domestik yang terdiri dari semen dan klinker mengalami kenaikan 8,8% menjadi 7,97 juta ton.

Sedangkan volume penjualan ekspor melesat 513,4% menjadi 222.000 ton. Pangsa pasar INTP pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar 25,6%. Volume penjualan INTP di luar Jawa tumbuh sebesar 10,6% dengan pangsa pasar 15,7% pada semester pertama.

Baca Juga: Ditopang Bisnis Online, Penjualan Matahari Putra Prima Rp2 Triliun di Kuartal II

Realisasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan semen di Jawa sebesar 3% dengan pangsa pasar 34,4%. Sedangkan peningkatan penjualan di luar Jawa terutama berada di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar 61,3%. Hal ini didukung oleh proyek smelter di Konawe, serta diikuti pertumbuhan penjualan di Kalimantan sebesar 15,7% dan Sumatera sebesar 10,8%.

Selanjutnya, hingga akhir semester I/2021 ini, Indocement mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,1 triliun dan tanpa hutang.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement, Antonius Marcos menjelaskan dengan posisi neraca yang kuat dan tanpa utang pada bank, perseroan siap melakukan investasi baik untuk program digitalisasi dan otomatisasi operasional.

Baca Juga: Pendapatan PP Presisi (PPRE) Rp1,22 Triliun di Semester I-2021, Naik 22%

“Investasi juga dilakukan untuk mengkonversi pabrik agar dapat menggunakan bahan bakar alternatif dan memproduksi produk-produk yang lebih ramah lingkungan,”ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (5/8/2021).

Selanjutnya, INTP juga menyiapkan ekspansi di bidang logistik dan distribusi. Untuk tahun ini, Antonius menjelaskan, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 4% dan diyakini bakal tercapai dengan telah dilakukannya vaksinasi kepada masyarakat dan pergerakan dunia usaha yang mulai pulih. Didukung juga oleh program SWF terutama untuk investasi konstruksi jalan tol, yang juga secara tidak langsung memberikan katalis positif bagi INTP.

"Pabrik serta terminal kami yang tersebar di berbagai daerah dalam posisi yang siap untuk menopang pertumbuhan tersebut," jelas dia.

Di tahun ini target pangsa pasar INTP masih di area di mana pabrik dan terminal berada. Serta, lanjut Marcos, INTP juga berusaha mencari peluang ekspor ke negara-negara tetangga terdekat. Adapun untuk anggaran belanja modal alias capital expenditure INTP di tahun ini masih dalam tahap finalisasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini