Menang Lawan Covid-19, Target Vaksinasi Dipercepat

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 320 2451338 menang-lawan-covid-19-target-vaksinasi-dipercepat-Os6WwCt7fZ.jpg Vaksinasi Jadi Kunci Penanganan Pandemi Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ada dua hal yang harus segera dilakukan dalam menanggulangi pandemi virus corona. Pertama vaksinasi dan kedua, menjaga protokol kesehatan.

"Jadi dua senjata itu yang bisa membuat kita menang melawan pandemi ini. Selain itu kita juga harus bersatu, bergotong royong sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi semua ini," ujar Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Thamrin City Kembali Buka, Pengunjung Wajib Bawa Sertifikat Vaksin

Oleh karena, Arsjad pun mengajak para pengusaha untuk terus membantu pemerintah dalam mengejar target vaksinasi nasional. Para pengusaha bisa membantu dengan cara menggelar vaksinasi gratis untuk para karyawan dan masyarakat.

"Yang kita butuhkan pada saat ini adalah gotong royong, persatuan dan kesatuan bersama, karena pada saat ini yang kita hadapi adalah perang melawan pandemi, jadi kita harus memenangkan ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KSPI Said Iqbal mengatakan, sudah banyak buruh yang terpapar Covid-19.

"Sepuluh persen buruh Indonesia terpapar Covid-19, ratusan buruh telah meninggal dunia karena terpapar Covid-19, banyak buruh yang isolasi mandiri," ujarnya.

Baca Juga: Ini Penyebab Ekonomi RI Meroket 7,07% di Kuartal II-2021

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyebut dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tidak ada solusi cepat untuk bisa mencegah PHK karena kebutuhan mempertahankan usaha harus dipenuhi dulu agar PHK massal bisa dihentikan.

"Untuk itu, kebijakan yang kami rasa paling penting pada saat ini adalah pengendalian pandemi secepat-cepatnya agar PPKM bisa segera direlaksasi dan terjadi normalisasi kegiatan ekonomi," katanya.

Selain itu, kebijakan lain yang perlu dilakukan yakni menggelontorkan stimulus counter cyclical (kebijakan sebaliknya) hingga kinerja ekonomi nasional setidaknya 90 persen kembali ke level kinerja pra-pandemi.

"Apa bentuk stimulus sebaliknya ? Bisa macam-macam tergantung sektor usaha terkait," imbuhnya.

Shinta menuturkan secara umum yang diperlukan pelaku usaha saat PPKM untuk bisa mempertahankan tenaga kerja adalah kelancaran arus kas (cashflow); penurunan beban-beban operasional seperti beban pajak, beban bunga pinjaman, biaya energi; serta suntikan modal kerja. Dengan demikian, idealnya harus ada stimulus-stimulus yang menciptakan tiga hal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini