RI Targetkan Punya 25.000 'SPBU' Listrik di 2030

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 320 2451367 ri-targetkan-punya-25-000-spbu-listrik-di-2030-DPHHxLZZs5.jpg Mobil Listrik (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Percepatan pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) terus dilakukan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan beroperasinya 2 (dua) Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lenteng Agung dan MT Haryono, DKI Jakarta. Pembangunan SPKLU ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Pertamina (Persero).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BPPT-PT Pertamina dalam penyediaan SPKLU di Indonesia. "Ini merupakan wujud nyata sinergi antarlembaga demi mempercepat kendaraan KBLBB di Indonesia sehingga target yang dicanangkan dapat segera terwujud," ujarnya saat Launching SPKLU secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Rida merinci, dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional, kendaraan listrik sendiri ditargetkan mencapai 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik di tahun 2030. Sementara untuk target pembangunan SPKLU sebanyak 25.000 unit di tahun 2030. "Sampai saat ini telah terbangun 147 SKPLU di 119 lokasi," jelasnya.

Baca Juga: Mengejutkan! Tesla Pilih Nikel Australia Bukan Indonesia, Ada Apa?

Rida melanjutkan, upaya pemerintah dalam mewujudkan tersebut dengan menerbitkan regulasi pendukung berupa Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tentang Kesediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. "Permen tersebut mengatur tanggung jawab badan usaha, proses perizinan, skema listrik, tarif tenaga listrik, insentif, dan tentu saja keselamatan berusaha," tuturnya.

Baca Juga: MoU dengan Hyundai, Menteri Investasi: Rencana Proyek Baterai Kendaraan Listrik Rp141,9 Triliun

Rida menegaskan bahwa program ini bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan transisi energi bersih dan efisien, menghemat devisa serta menghemat subsidi BBM. "Dengan meningkatkannya penggunaan kendaraan listrik dan dibarengi penyediaan energi bersih, kami menargetkan kapasitas pembangkit EBT mencapai 38 Giga Watt di tahun 2030," harapnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya terus mendukung program-program Pemerintah baik dalam pengembangan kendaraan listrik baik di industri hulu dan hilir. Apalagi sektor transportasi menyumbang sekitar 23% dari karbon emisi.

"Ini program besar bagi Pertamina. Bersama-sama dengan BUMN lain, Pertamina mengembangkan ekosistem baterai listrik dalam Indonesia Battery Corporation (IBC). Di beberapa daerah swasta kita juga menyewakan beberapa kendaraan motor listrik yang lebih ramah lingkungan," jelas Nicke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini