Kemenkeu: Pemulihan Ekonomi Tergantung Pengendalian Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 320 2451412 kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19-rLTUQc8k1O.jpg Pemulihan Ekonomi bergantung pada pengendalian kasus covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Arah pemulihan ekonomi nasional ke depan akan sangat berkaitan erat dengan progres penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19.

“Sejak pertengahan Juni 2021 perkembangan kasus di Indonesia mengalami peningkatan akibat munculnya varian Delta yang menyebar sangat cepat,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga:Ekonomi Tumbuh 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Bersyukur Keluar dari Resesi

Febrio mengatakan pemerintah pun merespons cepat terhadap peningkatan kasus COVID-19 dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli 2021. Dia menuturkan kebijakan tersebut merupakan upaya nyata pemerintah dalam memprioritaskan penanganan pandemi demi menyelamatkan masyarakat Indonesia.

Implementasi PPKM bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat agar penyebaran penularan kasus COVID-19 dapat dicegah dan jumlah kasus aktif dapat segera diturunkan kembali.

Baca Juga: Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Febrio tak memungkiri upaya itu berimplikasi pada tertahannya konsumsi masyarakat namun ini adalah langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi agar pemulihan ekonomi dapat segera kembali berjalan.

Ia optimistis momentum pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor akan terus terjaga seiring dengan implementasi PPKM yang efektif. Momentum perbaikan tersebut turut membantu peran APBN dan program PEN yang masih tetap berjalan namun dorongannya akan terbatas jika sumber pertumbuhan lainnya terganggu.

Arah pemulihan sektor usaha strategis seperti industri pengolahan, transportasi pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum juga sangat bergantung pada sisi pengendalian COVID-19.

“Pemerintah akan tetap fokus pada langkah-langkah antisipatif dan responsif dalam menekan penyebaran pandemi terutama dengan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dan memperkuat testing, tracing, treatment (3T),” jelasnya.

Ia memastikan sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga terus diperkuat untuk mewaspadai dampak negatif yang berpotensi terjadi dari eskalasi kasus COVID-19.

Berbagai upaya ini dipertahankan seiring kinerja ekonomi triwulan II-2021 yang telah mampu tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) dan sesuai dengan prediksi Kementerian Keuangan. “Hal ini membuktikan bahwa arah dan strategi pemulihan telah berjalan dan terjadi secara nyata”, ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini