Pandemi Covid-19, Masyarakat Berburu Rumah dengan Harga Terjangkau

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 470 2451350 pandemi-covid-19-masyarakat-berburu-rumah-dengan-harga-terjangkau-Ur8lwjFmzE.jpg Penjualan Hunian di Tengah Pandemi Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Sektor properti menjadi salah satu usaha terdampak pandemi virus corona. Meski demikian, pandemi menjadi masa di mana konsumen mencari atau membeli hunian. Hal ini karena semua kegiatan (belajar/ bekerja) dilakukan di dalam hunian.

“Sehingga unit dengan harga terjangkau dan dilengkapi aksesibilitas yang tinggi menjadi preferensi masyarakat saat ini. Kemudahan pembayaran dan stimulus akan membantu merealisasikan optimisme transaksi,” ujar Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip, dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Cegah Covid-19, Disinfeksi Bisa Masuk ke Anggaran Perawatan Gedung

Pada sektor residential, jual beli unit kondominium menjadi salah satu sektor dengan transaksi yang masih terus bergerak di tengah pandemi, segmen pengguna menjadi prime mover. Pada tataran regional, rerata indeks residential di beberapa kota di Asia Pacific berada pada kisaran 4,5% (yoy) di kuartal kedua tahun 2021, sedikit melemah dibandingkan kuartal sebelumnya (4,4%).

Beberapa kota metropolitan juga mengalami pelemahan indeks harga residential bahkan cenderung negatif, seperti Bengaluru, Bombay, dan Kuala Lumpur.

Baca Juga: Orang Paling Banyak Cari Rumah di Jakarta Utara

Sementara itu, indeks residential Jakarta masih berada di atas Bangkok dan Singapur yang diprediksi masih akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Berikut adalah ulasan sektor residential kondominium strata di Jakarta untuk paruh pertama tahun 2021.

Pasokan apartemen strata di semester I-2021 tercatat 223.635 unit, mencakup kumulasi stok yang bertambah dari periode sebelumnya. Tingkat penjualan relatif stagnan dari periode sebelumnya di 95,7%, diikuti dengan kecenderungan harga jual yang melemah.

Stok baru yang akan masuk sampai tahun 2024 sejumlah 38.278 unit, menurun dibandingkan dengan semester sebelumnya (47.708 unit). Angka penjualan awal (presales) untuk unit baru meningkat jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, yaitu di kisaran 62,5%.

Serapan apartemen terbesar saat ini datang dari segmen menengah (middle) sebesar 41,3%, diikuti dengan segmen lower-middle sebesar 23,6%. Total unit yang terserap pasar oleh kedua segmen tersebut sejumlah 139.140 unit. Strategi pemberian insentif ditawarkan pengembang pada penjualan unit baru, seperti uang muka 0%, buy now pay later, tambahan diskon uang muka, tambahan perabotan, dsb.

Dari perspektif pengelola/ pengembang apartemen, terungkap opini bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan terefleksi lebih baik dalam performa penjualan jika diperpanjang sampai akhir tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini