Lahan Makin Sempit, Milenial Harus Berlatih Tinggal di Rusun

Antara, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 470 2451752 lahan-makin-sempit-milenial-harus-berlatih-tinggal-di-rusun-gQJG8gQhA2.jpeg Milenial harus membiasakan diri tinggal di rusun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun satu menara rusun untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

"Mau tidak mau ke depan generasi muda harus mulai berlatih tinggal di hunian vertikal seperti rumah susun. Adanya rusun mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi alternatif hunian bagi generasi muda karena lahan yang ada untuk perumahan semakin berkurang," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dilansir dari Antara, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Rusun ASN Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Menurut Khalawi, berdasarkan arahan Menteri PUPR pembangunan rusun akan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan rusun juga dilengkapi dengan fasilitas penunjangnya seperti perabotan yang lengkap, serta listrik dan air bersih.

Hal itu, ujar dia, agar mahasiswa yang tinggal di rusun nantinya bisa fokus belajar dan menuntut ilmu karena fasilitasnya sudah lengkap.

Baca Juga: PUPR Bangun Rusun Tipe 34, Anggarannya Rp18,8 Miliar

Pembangunan rusun, lanjutnya, diharapkan juga bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Kalimantan Barat Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan I Direktorat Jenderal Perumahan Muhammad Irsan Basalamah menyatakan pembangunan rusun mahasiswa STAI Mempawah ini ditargetkan selesai tahun 2021 ini.

Berdasarkan data yang ada di Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan, rusun mahasiswa ini berlokasi di Jalan Gusti Sulung Lelanang RT. 01/RW. 01 Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, tepatnya di belakang Gedung Perkuliahan STAI Mempawah.

Rusun ini memiliki ukuran panjang 38,25 meter dan lebar 17,4 meter dibangun satu tower setinggi tiga lantai dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit.

Kontraktor pelaksana pembangunan rusun ini adalah PT Metro Kreasi Indoktekni dengan konsultan PT Fini Rekayasa Konsultan.

Waktu pelaksanaan pembangunan diperkirakan selama 240 hari kalender.

"Anggaran pembangunan rusun ini adalah Rp14,17 miliar. Kami targetkan rusun ini bisa selesai pada tahun ini sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para mahasiswa STAI Mempawah," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini