Menteri Basuki: Potensi Air di RI Tinggi tapi Tidak Merata

Antara, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 470 2453656 menteri-basuki-potensi-air-di-ri-tinggi-tapi-tidak-merata-xQtjiQo6xy.jpg Potensi air di Indonesia besar tapi tidak merata (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Bendungan Tiga Dihaji di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) guna mengoptimalkan daerah irigasi Komering.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun meter kubik/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar meter kubik/tahun, dengan sekitar 222 miliar meter kubik/tahun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

Baca Juga: Pembangunan Bendungan Manikin Sudah Habiskan Anggaran Rp316,9 Miliar

“Namun dengan potensi tersebut, keberadaannya tidak merata dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air baru. Pada musim hujan air akan ditampung dalam bendungan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/situ untuk menambah tampungan air,” kata Menteri Basuki dilansir dari Antara, Selasa (10/8/2021).

Bendungan Tiga Dihaji sebagai bendungan pertama di Sumatera Selatan akan menambah kapasitas Daerah Irigasi (DI) Komering untuk lahan pertanian seluas 18.219 hektare (ha). Dengan begitu, hasil pertanian dari Provinsi Sumsel akan terus terjaga sepanjang tahun, karena mendapat aliran air yang baik dari bendungan ini.

Baca Juga: Bendungan Ladongi Siap Diisi Air pada Juli 2021

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Ditjen SDA Kementerian PUPR Birendrajana mengatakan salah satu tujuan utama pembangunan Bendungan Tiga Dihaji untuk menjaga kestabilan suplai air DI Komering di saat musim kemarau yang selama ini hanya mengandalkan Sungai Komering.

"Tantangan yang dihadapi dalam pengaturan irigasi pada musim kemarau, debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran irigasi sangat kecil. Sementara pada musim hujan elevasi Sungai Komering naik mengakibatkan debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran relatif cukup besar dan membawa cukup banyak kandungan lumpur yang mengendap di saluran," ujar Birendrajana.

DI Komering memiliki potensi mengairi lahan seluas 124.000 ha, dan hingga saat ini baru dapat mengairi lahan irigasi sekitar 70 ribu ha, sedangkan sisanya sekitar 50 ribu ha belum dioptimalkan, direncanakan bertambah sekitar 18.219 ha dari Bendungan Tiga Dihaji dan akan dilengkapi dengan pembangunan Bendungan Saka di Kabupaten Oku Selatan yang rencananya juga akan dimulai.

Selain untuk irigasi, Bendungan Tiga Dihaji juga diperuntukkan untuk konservasi sumber daya air, pengendalian banjir, pemenuhan kebutuhan air baku sebesar 0,30 meter kubik/detik, pembangkit listrik sebesar 4x10 MW, dan sarana pariwisata serta olahraga. Saat ini progres konstruksi bendungan dengan kapasitas tampung sebesar 104 juta meter kubik tersebut sebesar 22,5%.

Pekerjaan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Provinsi Sumatera Selatan terdiri atas 4 paket yakni Paket 1 senilai Rp1,07 triliun dengan kontraktor PT Hutama Karya (Persero) dan PT Basuki Rahmanta Putra. Paket 2 senilai Rp1,34 triliun, dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, dan PT SAC Nusantara. Paket 3 dengan nilai kontrak Rp629,94 miliar, oleh PT Nindya Karya dan PT Taruna Putra Pertiwi. Paket 4 dengan nilai Rp690,71 miliar oleh PT Wijaya Karya dan PT Rudy Jaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini