Kekayaan Orang Terkaya Singapura Meroket Jadi Rp2.974 Triliun di Tengah Covid-19

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 455 2454940 kekayaan-orang-terkaya-singapura-meroket-jadi-rp2-974-triliun-di-tengah-covid-19-HnIPxlR6ko.png Ekonomi Singapura Mulai Pulih pada Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Ekonomi Singapura kembali pulih dan diperkirakan akan tumbuh 6% menjadi 7% pada tahun ini. Setelah pada 2020, ekonomi Singapura merosot 5,8%.

Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu negara Safe Haven di tengah pandemi global ini. Karena itu negara ini berusaha melonggarkan pembatasan sambil terus menggenjot vaksinasi dan tetap waspada terhadap varian baru Covid-19.

Meski dibayangi ketidakpastian, indeks Strait Times terus menanjak 26% sejak setahun yang lalu. Dampaknya menjadi mesin pertumbuhan dari total gabungan kekayaan 50 orang terkaya menjadi USD208 miliar atau setara Rp2.974 triliun (kurs Rp14.300 per USD) dari sebelumnya USD167 Miliar.

Baca Juga: Kekayaan Ma Huateng Lenyap Rp46 Triliun dalam Sehari Gegara Artikel Game Online

Dilansir dari Forbes (12/8/2021) meskipun angka penyebaran Covid-19 masih besar, saham milik Li Xiting pada Shenzhen Mindray Bio-medical Electronic, yaitu pembuat peralatan medis berteknologi tinggi, justru naik 19% sejak tahun lalu. Ini menyumbangkan sekitar USD5,2 Miliar untuk kekayaan bersih Li dan mendorong dia melesat ke posisi No 1 dengan kekayaan USD23 Miliar.

Berikutnya pasangan Hotpot Zhang Yong dan Shu Ping justru terpaksa turun dari posisi puncak yang dikuasainya sejak tahun lalu. Mereka turun dan menempati No 4 dengan kekayaan USD16 Miliar. Penyebabnya tentu saja saham dari ekosistem restoran mereka, Haidilao Holding International, yang terpaksa turun hampir 17% menyusul ramai berita kinerjanya di bawah ekspektasi. Mereka bersama dengan tujuh orang lainnya juga terpaksa merosot kekayaannya.

Baca Juga: Jangan Kaget! Mark Zuckerberg Bayar Rp339 Miliar untuk Keamanan Pribadi

Mayoritas orang kaya sudah mengalami kebangkitan dari tahun lalu. Pendiri Facebook, Eduardo Saverin, mengalami kenaikan USD6,5 Miliar untuk merebut posisi No. 2 setelah terjadi kemunduran selama dua tahun. Kini kekayaannya mencapai USD20,5 Miliar.

Taipan perusahaan cat, Cheng Liang, yang merupakan putra tertua, Goh Hup Jin, sukses mencapai kesepakatan senilai USD12 Miliar yang menambah kepemilikan keluarga terbesar pada perusahaan cat Japan Nippon. Mereka menempati posisi terkaya ketiga dengan USD18,6 Miliar.

Upaya Singapura untuk menciptakan suasana kondusif bagi startup membuahkan hasilnya. Karena seperlima dari daftar orang terkaya sekarang merupakan taipan dari startup teknologi. Tiga diantaranya, yaitu Forrest Li, Gang Ye dan David Chen, merupakan pendiri perusahaan game dan e-commerce Sea. Mereka meraih keuntungan terbesar tahun ini secara persentase dan meraih lebih dari dua kali lipat untuk kekayaan individu mereka.

Ada sebanyak 42 orang kaya dengan kekayaan sebesar USD1 Miliar atau lebih banyak dari sebanyak 35 orang di tahun lalu. Termasuk dua yang merupakan kategori pendatang. Keduanya berasal dari China yaitu miliarder crypto Changpeng Zhao, yang telah tinggal di Singapura sejak tahun 2019. Perusahaan miliknya, Binance, telah mendirikan gerai-gerai di berbagai kota dunia. Kantor-kantor tersebut harus menghadapi pemeriksaan rutin di beberapa negara di seluruh dunia.

Mantan profesor perguruan tinggi, Shi Xu, selepas melakukan IPO pada Oktober lalu untuk perusahaannya NanoFilm Technologies langsung menjadikannya seorang miliarder.

Peserta baru ketiga dalam daftar ini adalah pendiri Grab, Anthony Tan, kelahiran Malaysia, yang pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya Malaysia.

Tan, warga Singapura, menargetkan untuk menyelesaikan salah satu transaksi SPAC terbesar di akhir tahun ini. Transaksi ini akan membuat nilai valuasi tranportasi dan logistik online Singapura ini sebesar USD40 Miliar.

Sementara itu ada tiga orang yang melorot posisinya, termasuk pionir taipan pengiriman Chang Yun Chung, yang meninggal bulan September lalu di usia 102 tahun. Dia secara langsung memiliki Pacific International Lines, yang dihantam badai dari Covid-19.

Mereka merencanakan akan melakukan restrukturisasi utang pada bulan Maret yang nantinya akan mengurangi kepemilikan saham keluarga menjadi pihak minoritas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini