460.000 Stok Rumah Subsidi Siap Dijual

Antara, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 470 2458042 460-000-stok-rumah-subsidi-siap-dijual-2DmN0v3jQJ.jpg Stok rumah subsidi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Terdapat 460.000 stok rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang siap dijual. Hal ini diungkapkan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Data terakhir dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP Kementerian PUPR, terdapat hampir 460.000 stok rumah bagi MBR yang siap dijual," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Fitrah Nur dilansir dari Antara, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga: Dear Pengembang, Bangun Rumah Subsidi Harus Dipastikan Layak Huni

Dia juga menambahkan pemerintah siap memberikan bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) bagi pengembang yang mau membangun rumah bagi MBR.

"Bantuan PSU merupakan insentif bagi pengembang yang mau membangun rumah untuk MBR, di mana rumah yang dibangun itu adalah harga rumahnya telah ditetapkan oleh pemerintah dan bisa dibeli oleh masyarakat dengan subsidi dari pemerintah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," kata Fitrah Nur.

Baca Juga: Banyak yang Beli Rumah, Penyaluran FLPP Capai Rp10,3 Triliun

Apabila ada, lanjut dia, pengembang yang mau membangun maka pemerintah akan memberikan insentif berupa bantuan PSU paling banyak 30% dari rumah yang mereka bangun.

"Bantuan (PSU) ini sebetulnya cukup membantu," katanya.

Sebelumnya Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR menyebutkan per 10 Agustus 2021 telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 72,02% dari target 157.500 unit pada 2021.

Tercatat dari dashboard management control PPDPP, dana yang tersalurkan untuk FLPP per 10 Agustus sebanyak 113.438 unit atau senilai Rp12,37 triliun, sehingga total penyaluran periode 2010-2021 sebanyak 878.293 unit atau Rp67,96 triliun.

Penyalur tertinggi oleh BTN sebanyak 60.042 unit, menyusul BTN Syariah 14.004 unit, posisi ketiga dipegang BNI sebanyak 12.269 unit, dan BRI sebanyak 6.582 unit serta posisi kelima Bank BJB sebanyak 3.577 unit.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan dari penyaluran ini diprediksi target pencapaian akan selesai Oktober mendatang sesuai kesepakatan antara PPDPP dan bank pelaksana FLPP.

Rencananya akhir Agustus ini PPDPP akan mengadakan pertemuan dengan bank pelaksana terkait dengan evaluasi triwulan III 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini