Share

Biden Diminta Perpanjang Masa Jabatan Bos The Fed Jerome Powell

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 320 2458662 biden-diminta-perpanjang-masa-jabatan-bos-the-fed-jerome-powell-ePKoR8encC.jpg Jabatan Jerome Powell akan berakhir (Foto: Reuters)

JAKARTA - Anggota Senat Partai Republik Amerika Serikat (AS) Steve Daines meminta Presiden Joe Biden agar masa jabatan dari bos Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell yang berakhir pada Februari 2022 dapat diperpanjang selama empat tahun ke depan.

Politikus yang mewakili wilayah Montana itu meyakini bahwa pergantian Powell di tengah krisis dapat melahirkan ketidakpastian ekonomi negara.

Baca Juga: Hadapi Tapering The Fed, Apa Jurus BI?

"Mengubah pucuk kepemimpinan di periode sensitif ini dapat menimbulkan ketidakpastian di seluruh sistem keuangan dan dapat merusak pemulihan ekonomi kita," katanya, dilansir Reuters, Kamis (19/8/2021).

Surat ini merupakan permintaan resmi pertama Senat Komite Perbankan yang memiliki hak suara dalam penentuan kandidat pemimpin Bank Sentral AS, meski harus melalui persetujuan penuh dari senat.

Baca Juga: Antisipasi Tapering Fed, BI: RI Butuh Investor Ritel

Belum ada komentar yang datang dari Gedung Putih perihal surat ini. Dalam keterangannya, Daines percaya bahwa dipilihnya Powell kembali dapat "mengirimkan sinyal optimisme bagi pelaku bisnis, konsumen dan kehidupan rumah tangga", ujarnya.

Jika dipilih kembali, Powell yang sebelumnya mendapat dukungan bipartisan ini dianggap dapat

"bekerja untuk memastikan kestabilan harga dan tingkat pekerjaan", tutur Daines menerangkan.

Memahami dinamika ekonomi AS tahun lalu di tengah amukan Covid-19 dan ketatnya pembatasan, membuat Powell sempat memangkas suku bunga acuan mendekati nol dan memulai pembelian obligasi besar-besaran. Langkah tersebut dinilai dapat mengatasi krisis keuangan dan membuka jalan bagi pemulihan ekonomi.

"Kehadirannya sebagai pimpinan Federal Reserve dapat memberikan kepercayaan kepada publik bahwa bank sentral dapat mengatasi segala hambatan demi pemulihan ekonomi," terangnya.

Sementara seorang penasihat Biden menyatakan belum memutuskan apakah akan menunjuk kembali Powell, seorang bankir investasi dan pengacara yang dilantik Presiden Barack Obama dalam jajaran dewan direksi Federal Reserve pada 2012, lalu ditunjuk oleh Presiden Donald Trump menjadi Gubernur The Fed pada 2018.

Dapat dimengerti bahwa "setiap pengangkatan pejabat tinggi, merupakan hasil dari keputusan politik penguasa", di mana Powell tercatat terdaftar sebagai anggota Partai Republik.

Ketika Demokrat berkuasa di eksekutif, Biden dan penasihat strategisnya sempat menilai kebijakan Powell dalam hal makro sebagai hal positif, menyebut kenaikan inflasi baru-baru ini dimungkinkan hanya bersifat sementara, dan masih mempercayai kinerja the Fed ke depannya.

Kritikan untuk Powell

Tapi tunggu dulu, tidak semua politikus Demokrat berkata hal yang sama. Contohnya Senator Sherrod Brown dan Elizabeth Warren yang sempat mengkritik kebijakan Powell ihwal regulasi perbankan.

Brown sempat mengindikasikan jajaran direksi The Fed kurang beragam dari sisi ras, hanya dari kalangan kulit putih.

Kritik juga datang dari para aktivis iklim, termasuk kelompok 350.org yang mendesak Biden mengganti Powell dengan pejabat yang pro-lingkungan.

Kelompok ini telah menyerukan protes besar-besaran bagi Powell dan jajarannya saat konferensi tahunan bank sentral yang diadakan pekan depan di Jackson Hole, Wyoming, AS.

Lebih jauh melalui pernyataan tertulis, mereka mengajukan tokoh yang dianggap dapat mengakomodir isu mereka yaitu Lael Brainard, ekonom wanita yang saat ini berada di jajaran direksi the Fed sebagai gubernur the Fed, selanjutnya Lisa Cook, seorang profesor ekonomi dari Michigan University sebagai wakil dan Sarah Bloom Raskin, mantan gubernur the Fed sebagai wakil bidang pengawasan.

Cook, yang merupakan tokoh penting dalam tim transisi Biden juga merupakan pilihan dari senator Demokrat Sherrod Brown.

Sementara itu kelompok 'kiri' justru menganggap bahwa kebijakan Powell saat ini gagal membantu masyarakat di kota-kota yang paling terdampak, khususnya mengenai program kredit pinjaman darurat perbankan.

Namun, aktivis progresif lainnya justru berbeda pandangan, misalkan dari Roosevelt Institute Mike Konsczal yang menyebut bahwa secara keseluruhan kinerja the Fed sukses, hanya perlu merombak jajarannya untuk lebih memaksimalkan pekerjaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini