PUPR Bagikan Tahapan Bangun Rumah yang Layak

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 470 2458638 pupr-bagikan-tahapan-bangun-rumah-yang-layak-60Q8njzELd.jpg Pembangunan rumah yang layak (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian PUPR akan membagikan tahapan dalam membangun rumah yang layak. Direktorat Jenderal Perumahan berencana menghadirkan Klinik Rumah Swadaya secara daring atau online.

"Kami akan mencoba memberikan suatu klinik secara online supaya masyarakat bisa mengakses bagaimana bisa mengikuti atau mengetahui tahapan-tahapan untuk membangun rumah yang layak," ujar Direktur Rumah Swadaya Ditjen Perumahan PUPR, K.M. Arsyad dilansir dari Antara, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga: Kemenkeu Buka Opsi Ganti Rumah Dinas DPR Jadi Tunjangan

Menurut dia, Klinik Rumah Swadaya adalah kegiatan pemberian layanan informasi dan bantuan teknis kepada masyarakat secara individu dan kelompok, untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pemenuhan rumah layak huni.

Direktur Rumah Swadaya menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengujian atas draft terkait Klinik Rumah Swadaya tersebut.

Baca Juga: Mau Beli Rumah dengan Cara Nyicil, Perhatikan 5 Tips Berikut

"Saat ini draftnya sedang kami lakukan pengujian dengan meminta feedback dari akademisi, pemerhati, dan penggiat perumahan. Semoga segera bisa kami selesaikan dan luncurkan," ujarnya.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menganggarkan Rp2,50 triliun untuk program rumah swadaya sebanyak 114.900 unit pada tahun ini.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa total pembangunan 114.900 unit rumah swadaya pada 2021 tersebut, terdiri dari peningkatan kualitas 114.000 unit dan 900 unit rumah swadaya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Program Rumah Swadaya merupakan program yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni untuk masyarakat miskin, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan tidak tetap atau non fixed income, kemudian juga untuk pengembangan dan pembangunan sarana hunian pendukung pariwisata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini