Richard Branson Bawa Virgin Orbit Masuk Bursa, Incar Rp46 Triliun

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 278 2460517 richard-branson-bawa-virgin-orbit-masuk-bursa-incar-rp46-triliun-uEZ2EtE0OG.jpg Richard Branson akan bawa Virgin Orbit ke pasar saham (Foto: Axios)

JAKARTA - Richard Branson mengumumkan akan membawa peluncur satelit miliknya yaitu Virgin Orbit untuk melantai di bursa saham atau IPO.

Dilansir dari Forbes (24/8/2021) skema yang dipilih menggunakan jalur special purpose acquisition company atau SPAC di Nasdaq. Sebuah merger dilakukan dengan menghimpun dana tunai sebesar USD483 Juta dan menghasilkan valuasi pada startup luar angkasa tersebut mencapai USD3,2 Miliar setara Rp46 Triliun (kurs Rp14.400).

Baca Juga: Tawarkan Harga Rp230-Rp254/Saham, Global Sukses Solusi Bidik Dana IPO Rp49,9 Miliar

Aksi merger dilakukan dengan perusahaan kategori SPAC atau blank check company yaitu NextGen Acquisition Corp II. Rencana ini dilakukan setelah beberapa kali kesuksesan yang dilakukan Branson. Termasuk mengalahkan sesama miliarder dunia yaitu Jeff Bezos, dalam perlombaan luar angkasa.

Branson meluncur menggunakan perusahaan wisata luar angkasa miliknya, Virgin Galactic, pada bulan Juli lalu. Ini sekaligus menyusul kesuksesan peluncuran pertama dari satelit muatan, Virgin Orbit, pada bulan Januari lalu.

Baca Juga: IPO, GTS Internasional Bidik Dana Segar hingga Rp429 Miliar

Virgin Orbit lalu mencetak kesuksesan keduanya dalam peluncuran keduanya di bulan Juni. Ini berarti perusahaan tersebut telah meluncurkan 17 satelit untuk klien-klien, termasuk NASA. Segala kabar baik ini langsung diikuti rumor market yang menebak langkah Branson berikutnya segera masuk ke pasar modal.

Listing dengan SPAC ini akan menjadi yang kedua kalinya dilakukan Branson untuk startup luar angkasa. Setelah sebelumnya dia mengambil Virgin Galactic pada Oktober 2019 menggunakan bursa saham. Saat itu kapitalisasi pasar mencapai USD1 Miliar dalam merger dengan perusahaan publik, Hedosophia, yang dijalankan oleh mantan eksekutif di Facebook Chamath Palihapitiya. (Virgin Galactic, setelah mengecualikan pendapatan dan kerugian besarnya, sekarang sukses memiliki USD6 Miliar dalam kapitalisasi pasarnya).

Branson mengatakan di hari Senin bahwa tim Virgin Orbit menggunakan roket dengan ditembakkan dari pesawat 747 untuk meluncurkan satelit ke angkasa. Mereka telah "membuktikan kemampuannya untuk menciptakan ide-ide baru, pendekatan baru dan juga kemampuan baru.

Branson disebut oleh Forbes diperkirakan memiliki kekayaan USD4,4 Miliar, telah memimpin Virgin Group untuk menghabiskan lebih dari USD 1 Miliar untuk mengembangkan Virgin Orbit. Dalam presentasinya pada investor, Virgin memprediksi kenaikan pendapatan dari sebesar USD 70 Juta pada 2022, akan melesat di atas USD2 Miliar pada 2026. Pemasukan pada 2021 termasuk dua peluncuran di Januari dan Juni, diperkirakan mencapai USD 15 Juta.

Virgin Orbit, yang melantai di bursa Nasdaq menggunakan kode VORB. Emiten ini menjadi salah satu startup luar angkasa yang menggunakan skema SPAC untuk masuk ke lantai bursa. Selain Virgin Orbit juga ada startup lainnya yaitu Rocket Lab, Astra, AST dan Spire. Mereka menjadi penggerak perekonomian, dengan menguak segala potensi ekonomi di balik atmosfer bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini