RI Produsen Terbesar di Dunia, Milenial Diajak Bangun Industri Akuakultur

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 455 2460423 ri-produsen-terbesar-di-dunia-milenial-diajak-bangun-industri-akuakultur-Px65TUCjms.jpg Industri Akuakultur (Foto: KKP)

JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi akuakultur eFishery menggandeng kalangan anak muda atau milenial ikut aktif dalam membangun industri akuakultur untuk membuka peluang penciptaan lapangan kerja secara masif.

“Industri akuakultur di Indonesia berkembang dengan pesat, namun belum banyak generasi muda terlibat di dalamnya karena sektor ini masih terkendala soal akses pakan maupun permodalan dan pasar,” kata Chief of Staff dan Co-Founder eFishery, Chrisna Aditya di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

Baca Selengkapnya: Disoroti Jokowi, KKP Siapkan 2 Jurus Kembangkan Perikanan Budidaya

Menurut Chrisna, pentingnya melibatkan anak muda, pelajar, ilmuwan, dan semua yang memiliki pengalaman dan ketertarikan di bidang akuakultur agar dapat mendorong terjadinya transfer pengetahuan lintas generasi.

Bekerja sama dengan Kampus Merdeka, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Brawijaya (Unbraw), eFishery melalui eFishery Academy mengajak mahasiswa dan seluruh pihak untuk turut membangun ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Tanah Air.

Nantinya akan ada beberapa tahapan, pertama Aqua-Scientist yang berlangsung selama 2-4 minggu. Di mana peserta belajar lebih banyak mengenai metode penelitian dan melakukan pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan untuk memajukan industri akuakultur.

Kedua, Aqua-Troops dengan durasi 3-6 bulan, di mana para Squad aktif dalam keseharian operasional bisnis eFishery dan mengerjakan proyek akhir yang mampu menghadirkan inovasi untuk mendorong kemajuan sektor akuakultur.

Ketiga, program Aqua-Preneur selama 6-12 bulan, Squad akan terlibat secara langsung dalam keseharian pembudidaya dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi pembudidaya di lapangan.

Setelah proyek selesai, peserta diberikan kesempatan mempresentasikan proyek dan di akhir program dievaluasi dan menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti seluruh proses.

"Indonesia adalah produsen akuakultur terbesar kedua di dunia setelah China, dan Indonesia saat ini memiliki salah satu populasi pemuda terbesar di dunia, sekitar 26 persen dari total 260 juta penduduknya, kurang lebih 68 juta jiwa,” ungkap Chrisna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini