Ekonomi Baru, Investasi Real Estate Akan Berlipat Ganda 3 Tahun Lagi

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 470 2460382 ekonomi-baru-investasi-real-estate-akan-berlipat-ganda-3-tahun-lagi-Vwg7AV4XTj.jpg Investasi Logistik dan Real Estate Diprediksi Berlipat Ganda 3 Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA  – Investasi di sektor logistik dan real estat diprediksi berlipat ganda dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Hal ini didorong keinginan investor untuk meningkatkan eksposur pada kelas aset tersebut.

Menurut laporan JLL, volume investasi logistik dan industri akan meningkat menjadi USD50-60 miliar antara tahun 2023-2025 dari USD25-30 miliar pada tahun 2019-2020.

Logistik dan bangunan-bangunan industri, seperti pergudangan, supply chain dan fasilitas manufaktur akan mengalami pertumbuhan investasi karena meningkatnya kepercayaan para pengguna di sektor ini. Dalam beberapa tahun terakhir, seiring berkembangnya layanan e-commerce dan logistik pihak ketiga (3PL), komposisi keterlibatan investor dan pengguna dalam real estat logistik dan industri telah berubah secara signifikan.

Baca Juga: Insentif PPN Bikin Penjualan Rumah Laris Manis

“Perubahan struktural terhadap alokasi aset dan jaringan supply chain di seluruh wilayah Asia Pasifik telah meningkatkan permintaan para investor dan pengguna di sektor logistik. Meningkatnya investasi real estat di sektor logistik dan industri mencerminkan perubahan strategi yang diterapkan para pengguna untuk aset dengan kualitas yang lebih tinggi dan adanya pergeseran komposisi para pengguna dari ‘ekonomi baru’ yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertumbuhan e-commerce dan supply chains yang didukung oleh teknologi,” kata Head of Logistics and Industrial, Asia Pacific, JLL, Tom Woolhouse, Selasa (24/8/2021).

Semakin bertumbuhnya portofolio dan sejumlah transaksi besar, serta beberapa faktor ekonomi makro berkontribusi pada meningkatnya volume investasi. Populasi perkotaan di Asia Pasifik diperkirakan akan meningkat 41 juta per tahun antara tahun 2020 - 2025.

Pada periode yang sama, akan ada 760 juta orang kelas menengah baru dan pendapatan akan tumbuh 4% per tahun. Hal ini memperlihatkan potensi pertumbuhan yang signifikan untuk sektor tersebut.

Baca Juga: Tingkatkan Vaksinasi, Kementerian BUMN Dorong World Superbike di Sirkuit Mandalika

“Kita sudah melihat transaksi portofolio di sektor logistik Indonesia pada 2 tahun terakhir. Selain itu, kita yakin bahwa akan terdapat beberapa transaksi investasi lainnya pada sektor ini dikarenakan para investor, baik asing maupun lokal mengganggap bahwa sektor logistik & industrial adalah sektor yang paling bertahan di masa pandemi ini dan memiliki tingkat imbal balik investasi yang tinggi.” kata Head of Logistics & Industrial, JLL Indonesia, Farazia Basarah.

Menurut riset JLL, aset logistik bertambah dua kali lipat oleh yang dikelola investor pada tahun 2020 dan akan terus naik pada tahun 2021. Dalam enam bulan terakhir, jumlah transaksi besar di sektor logistik dan industrial Asia Pasifik mencapai rekor tertinggi, termasuk akuisisi portofolio Blackstone Milestone di Australia oleh ESR, meski imbal hasil berada dalam tekanan selama 12 bulan terakhir, melampaui penurunan suku bunga.

“Daya tarik kelas aset industri dan logistik semakin meningkat di mata investor. Pada kenyataannya, investor institusional baru saja memulai realokasi strategis atas portofolio mereka dan mereka perlu melirik aset logistik 40-50 % dalam waktu dekat seiring keinginan mereka untuk mengalokasikan dana ke sejumlah aset produktif dengan pemasukan stabil” ujar Head of Capital Markets Research, Asia Pacific, JLL, Regina Lim.

Peningkatan volume investasi secara signifikan akan terjadi di Korea Selatan, Australia, dan China, di mana tersedianya stok pergudangan modern baru. Aliran dana masuk ke negara-negara ini dan permintaan yang kuat dari industri e-commerce yang berkembang pesat akan mengimbangi penurunan imbal hasil dan persaingan ketat untuk aset. Berdasarkan analisis JLL, dinamika permintaan-penawaran yang kuat akan terus menopang penurunan hasil, mungkin hingga 50-100 bps.

Aliran dana inti dan inti-plus yang terus mengalir secara konsisten ke sektor ini selama beberapa tahun terakhir, membuka peluang bagi lebih banyak transaksi jual dan sewa balik di wilayah Asia Pasifik. Banyak pemilik dan pengguna yang menjajaki opsi ini untuk mengalihkan belanja modal guna meningkatkan fasilitas dan menerapkan solusi teknologi baru ke dalam manajemen pergudangan dan supply chain management.

“Meningkatnya penggunaan teknologi dan solusi otomatisasi ditambah dengan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan desain yang human-centric, semua mengarah ke jalur baru untuk sektor logistik. Pada akhirnya, jalur baru ini mengubah variasi pengguna secara signifikan dan mendukung tesis investasi untuk real estate logistik yang modern dan terbaik,” kata Director, Research, Asia Pacific, JLL, Peter Guevara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini