Pembangunan Ibu Kota Baru Butuh Waktu 20 Tahun, Ini 4 Faktanya

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 470 2465907 pembangunan-ibu-kota-baru-butuh-waktu-20-tahun-ini-4-faktanya-3ZtIDpk4YS.jpg Pemindahan Ibu Kota (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Jokowi telah memastikan proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap dilanjutkan. Namun, nyatanya untuk membangun ibu kota negara baru membutuhkan waktu sekira 20 tahun.

Berikut fakta pembangunan ibu kota baru butuh waktu 20 tahun yang dirangkum oleh Okezone, Sabtu (4/9/2021):

1. Bappenas Ungkap ALasannya

Saat ini, proyek ibu kota baru sudah masuk dalam rencana kerja Bappenas 2022. Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kelapa Bappenas Suharso Monoarfa di Jakarta.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Proyek Ibu Kota Baru Butuh 20 Tahun hingga Boyong PNS

"Ibu kota negara yang saya ingin luruskan bahwa kita kan tidak mungkin membangun ibu kota negara sulapan dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun. Dalam masterplan Bappenas sudah selesai itu diperkirakan 15 sampai 20 tahun. Jadi sebenarnya perencanaannya itu 15 sampai 20 tahun," kata Suharso.

2. Pandemi membuat Rencana Mundur

Suharso menambahkan, Rancangan Undang-undang (RUU) IKN telah siap. Namun, adanya pandemi Covid-19 mengharuskan adaptasi baru dalam pembangunan kondisi yang mengharuskan adaptasi dengan pandemi Covid-19.

Baca Juga: PNS Pindah ke Ibu Kota Baru, Anggarannya Rp52,7 Miliar

"Kita membagi segmentasinya mau dimulai kapan atau kapan dimulai tapi adanya Covid-19 membuat adanya rencana yang semula dilakukan harus mundur," katanya.

3. Relokasi Anggaran

Suharso menjelaskan, dengan adanya realokasi anggaran membuat rencana pembangunan Indonesia jadi terhambat.

4. Alami 4 Kali Refocusing Anggaran

Saat ini, Kementerian PPN/Bappenas mengalami empat kali refocusing anggaran, sehingga pagu awal turun sekitar Rp668 miliar dari Rp1,77 triliun menjadi Rp1,13 triliun.

"Dan ini mengakibatkan memang banyak program yang mungkin didorong ke tahun depan. Dan yang merepotkan adalah administrasinya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini