5 Fakta IHSG Sepekan Menguat, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.374 Triliun

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 05 September 2021 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 278 2466241 5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun-WYIbKqGD6m.jpg IHSG selama sepekan menguat (Foto: Antara)

JAKARTA -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama rentang 30 Agustus – 3 September 2021 sukses berada di zona hijau.

Lalu apa saja yang terjadi selama sepekan dalam pasar modal Indonesia? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait IHSG sepekan:

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, Saham Apa yang Bikin Cuan?

1. IHSG Hijau Naik 1,42%

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 30 Agustus-3 September 2021. IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (3/9) berada di zona hijau, meningkat 1,42% di level 6.126,92 dari posisi 6.041,36 pada penutupan pekan lalu.

Baca Juga: BEI: Optimalisasi Digital Bikin Investor Saham Makin Banyak

2. Kapitalisasi Pasar Naik, Transaksi Turun

Nilai kapitalisasi pasar bursa meningkat 1,28% menjadi sebesar Rp7.374,530 triliun dari Rp7.281,343 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, data rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) selama sepekan mengalami penurunan sebesar 5,10% menjadi Rp11,007 triliun dari Rp11,599 triliun pada pekan lalu.

“Selanjutnya untuk rata-rata frekuensi harian bursa turut mengalami perubahan sebesar 7,57% menjadi 1.326.596 transaksi dari 1.435.231 transaksi pada pekan lalu,” kata Aulia Noviana P.H. Sekretaris Perusahaan BEI.

Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mencatatkan penurunan sebesar 8,06% menjadi 19,898 miliar saham dari 21,643 miliar saham pada pekan yang lalu. Investor asing pada Jumat (3/9) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 208,90 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 22,329 triliun.

3. Satu Emiten Baru Masuk

Sejak bulan September, BEI kedatangan perusahaan tercatat ke-29 pada tahun 2021, yaitu PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

HAIS menawarkan sebanyak 525.250.000 lembar saham baru, dengan harga penawaran Rp300 per lembar saham, dengan target peraihan dana IPO sampai dengan Rp157,57 miliar. Jumlah saham yang dicatatkan Perseroan sebanyak 2.626.250.000 saham.

4. Pencatatan Obligasi

Pada Jumat (3/9), terdapat 2 pencatatan obligasi berkelanjutan dan 1 Sukuk Ijarah Berkelanjutan di BEI, yaitu obligasi berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Bank UOB Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp 100 miliar. PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi tersebut.

Selanjutnya adalah obligasi berkelanjutan II PP Properti Tahap III Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 341 miliar.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi adalah idBBB-, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Kemudian, sukuk ijarah berkelanjutan I Intiland Development Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Intiland Development Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 250 miliar. Hasil pemeringkatan PT Kredit Rating Indonesia untuk Sukuk ini adalah irA-.

5. Total Emisi Obligasi dan Sukuk

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 57 emisi dari 40 perusahaan tercatat senilai Rp 57,55 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 470 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 420,40 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 126 perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp 4.325,01 triliun dan USD 400,00 juta, Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 6,17 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini