Masyarakat Ini Bakal Jadi Miliarder Dadakan Dapat Rp7,5 Triliun, Cek 5 Faktanya

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 05 September 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 05 455 2466351 masyarakat-ini-bakal-jadi-miliarder-dadakan-dapat-rp7-5-triliun-cek-5-faktanya-4yQTIOrrrL.jpg Masyarakat Ini Bakal Jadi Miliarder (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat akan menerima uang ganti rugi dari pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur. Bahkan, dari pembebasan lahan ini, masyarakat menjadi miliarder dadakan karena mendapatkan uang yang banyak.

Fenomena masyarakat menjadi miliarder dadakan kini bermunculan dari pembebasan lahan proyek infrastruktur. Setelah pembebasan lahan untuk proyek Kilang Tuban, kini masyarakat juga akan mendapat uang dari pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Jogja-Bawen.

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (5/9/2021).

1. Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen

Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Jogja-Bawen di wilayah DIY akan dilanjutkan. Saat ini, pembebasan lahan pembangunan tol baru sebagian kecil dari total kebutuhan. Hingga kini, lahan yang sudah dibebaskan baru seluas 8,6 hektare dari sekitar 47,6 hektare yang dibutuhkan.

Humas PT Jasamarga Jogja-Bawen Banu Subekti mengatakan, jumlah lahan yang sudah dibebaskan sampai saat ini sudah mencapai 86.752 meter persegi atau 8,6 Hektare. Tahapan-tahapan kegiatan pembebasan lahan, mulai dari musyawarah warga terdampak hingga proses pembayaran terus dilakukan.

 

2. Anggaran Pembebasan Lahan

Sebelumnya, proses pembayaran uang ganti kerugian (UGK) dilakukan bagi warga terdampak di Tirtoadi, Mlati. PT JJB, bersama BPN Kanwil DIY pun sudah menggelar musyawarah warga di Margomulyo (Seyegan). Selanjutnya, dalam waktu dekat musyawarah warga Margodadi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kalau sudah ada kepastian jadwalnya akan kami kabari. Untuk estimasi dana pembebasan lahan untuk tol Jogja-Bawen sekitar Rp7,5 triliun,” kata Humas PT Jasamarga Jogja-Bawen Banu Subekti, Jumat (3/9/2021).

3. Rencana Konstruksi

 

Untuk rencana konstruksi masih menunggu persetujuan rencana teknis akhir (RTA) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Bina Marga KemenPUPR. Termasuk nanti rencana pembersihan lahan (land clearing) masih akan dibicarakan. “Tapi target awal konstruksi awal 2022,” katanya.

4. Pembangunan Tol Jogja-Bawen

Tol Jogja-Bawen ini melewati tiga kecamatan dan enam kalurahan. Meliputi Kapanewon Banyurejo, Tempel dengan kebutuhan 130 bidang dan luas 92.832 meter persegi, Tambakrejo (88 bidang, 54.934 meter persegi) dan Sumberejo (11 bidang, 8.448 meter persegi).

Di Kapanewon Seyegan, kebutuhan lahan di Kalurahan Margokaton (177 bidang, 102.493 meter persegi), Margodadi (76 bidang, 56.539 meter persegi) Margomulyo (106 bidang, 26.673 meter persegi) serta Kalurahan Tirtoadi, Mlati kebutuhannya 227 bidang seluas 128.852 meter persegi. Total jumlah bidang yang dilewati sebanyak 865 bidang atau seluas 476.762 meter persegi sepanjang 10,9 km.

5. Pembayaran Uang Ganti Rugi

Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan setelah tahapan musyawarah warga Kadirojo 1 dan Cupuwatu 2 digelar, BPN DIY melakukan proses validasi bidang terdampak. Seluruh proses validasi untuk bidang terdampak sudah selesai dan BPN menyerahkan berkas tersebut ke LMAN.

Untuk warga Kadirojo 1 jumlah bidang terdampak 59 bidang dengan estimasi dana UKG Rp38 miliar sementara Cupuwatu 2 jumlah bidang terdampak 109 bidang dengam estimasi UKG Rp139 miliar. “Saat ini, baru diproses ke LMAN (untuk proses pembayaran). Untuk musyawarah warga Margodadi di Seyegan, kami akan gelar dua hari, 7-8 September mendatang,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini