Wih, 44 Emiten Bakal Rights Issue Incar Rp116,5 Triliun

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 278 2467227 wih-44-emiten-bakal-rights-issue-incar-rp116-5-triliun-uKwZ6EXPrq.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat puluhan aksi korporasi yang diperkirakan akan dilaksanakan di pasar modal Indonesia tahun ini, mulai dari penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, dan penerbitan obligasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 3 September 2021, terdapat 30 perusahaan yang berada pada pipeline saham Bursa dengan total dana yang direncanakan untuk dihimpun sebesar Rp9,6 triliun.

Sedangkan untuk obligasi dan sukuk, saat ini sudah 26 emisi yang berada di pipeline Bursa dan akan diterbitkan oleh 17 perusahaan. Total emisi obligasi maupun sukuk yang direncanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut sebesar Rp24,84 triliun.

Baca Juga: Simak! 10 Saham Top Losers Hari Ini

"Adapun perusahaan yang bermaksud melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, yang sudah ada di pipeline Bursa berjumlah 44 perusahaan dengan total dana right issue yang direncanakan sebesar Rp116,57 triliun," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Selasa (7/9/2021).

Berdasarkan catatan Bursa atas dokumen yang disampaikan calon Perusahaan Tercatat saham, obligasi dan sukuk, sebagian besar hal tersebut direncanakan akan tercatat di 2021.

Pihaknya menilai, perusahaan masih antusias untuk melakukan pendanaan di pasar modal. Hal tersebut dapat dilihat dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam pipeline Bursa, jumlahnya masih relatif baik.

Baca Juga: Daftar 10 Saham Top Gainers Hari Ini, Cuan Nih

"Dalam beberapa hari terakhir, kami juga masih menerima permohonan pencatatan saham. Antusiasme dan optimisme terhadap pasar modal dinilai masih terjaga baik, didorong oleh stabilitas nasional dan pemulihan ekonomi yang masih berlanjut di tahun 2021," kata dia.

Menurutnya, opsi pendanaan tergantung preferensi masing-masing perusahaan, yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai contoh misalnya perusahaan yang sudah berulang kali mencatatkan obligasi maupun sukuk, akan lebih dikenal publik dan kondisi ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan apabila akan melakukan pendanaan selanjutnya.

"Perusahaan yang demikian kemungkinan telah memiliki basis investor yang telah melakukan investasi pada obligasi maupun sukuk yang diterbitkan sebelumnya. Kondisi yang sama juga dapat terjadi pada perusahaan yang akan melakukan right issue," ucapnya.

Nyoman menuturkan, dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga dan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, Bursa optimis penawaran umum saham, obligasi dan sukuk masih terus bertumbuh dengan baik. Respon pasar sampai saat ini dinilai positif atas penawaran umum yang dilakukan oleh calon Perusahaan Tercatat di Bursa.

"Dari sisi pertumbuhan calon Perusahaan Tercatat untuk melakukan pendanaan di pasar modal juga memberikan sinyal positif, dengan makin maraknya minat perusahaan melakukan permohonan pencatatan Efeknya ke Bursa. Kami juga selalu mengupdate peraturan sesuai perkembangan pasar," tuturnya.

"Ditinjau dari sisi investor juga mengalami pertumbuhan yang positif. Sesuai data yang diperoleh dari KSEI, jumlah investor di pasar modal mengalami pertumbuhan yang baik dari waktu ke waktu. Sampai dengan 31 Juli 2021, investor di pasar modal telah mencapai 5,8 juta investor atau meningkat 48,7 persen dibandingkan Desember 2020 yang masih berjumlah 3,9 juta investor," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini