Miliarder China Richard Liu Mundur dari Posisi Pimpinan di JD.com, Apa Alasannya?

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 455 2467391 miliarder-china-richard-liu-mundur-dari-posisi-pimpinan-di-jd-com-apa-alasannya-Rq1p449ayb.jpg Richard Liu Mundur dari Pimpinan JD.com (Foto: Forbes)

JAKARTA - Pendiri dan CEO JD.com Richard Qiangdong Liu mundur dari posisinya sebagai pimpinan di JD.com. Raksasa e-commerce asal China ini pun mengangkat Xu Lei sebagai penggantinya.

Xu Lei yang sebelumnya menjabat sebagai CEO JD Retail kini bakal mengambil alih operasi JD.com sehari-hari dan pengembangan kolaboratif berbagai unit bisnis perusahaan. Sementara itu, Liu yang kini mundur akan fokus merumuskan strategi jangka panjang. Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Kekayaan Bos JD.com Rp116 Triliun, Dipenjara Lalu Dibebaskan karena Skandal Seks

 

Saat ini, Liu masih memiliki sekitar 80% hak suara di JD.com. Meski begitu, Liu tak terlihat setelah tuduhan pemerkosaan pada 2018 lalu, yang mana Liu tidak didakwa.

Selain mundurnya Richard Liu, Xin Lijun juga dikabarkan akan mengambil peran Xu Lei sebagai CEO JD Retail. Sebelumnya, Lijun merupakan kepala JD Health.

Tak hanya itu, Jin Enlin pun ditunjuk sebagai pengganti Lijun dalam mengepalai JD Health.

JD, di bawah pimpinan Liu, telah berkembang menjadi salah satu perusahaan e-commerce terbesar China. Perusahaan ini pun meluas ke berbagai sektor, termasuk kesehatan dan logistik.

“Melihat ke depan, desain strategis jangka panjang yang tepat, pertumbuhan dan pengembangan talenta muda, serta pengembangan berbagai unit bisnis yang sehat dan terkoordinasi akan terus menjadi pendorong JD dalam melakukan hal terberat dan paling menantang, namun juga hal yang benar dan paling berharga untuk industri ini,” kata Liu.

Perusahaan pun mengatakan akan membimbing manajamen yang lebih baru dan berkontribusi pada revitalisasi pedesaan.

Di samping JD.com, perombakan posisi ini juga dialami beberapa perusahaan teknologi raksasa di China, seperti Alibaba, ByteDance, dan Pinduoduo. Pendiri mereka kini lebih banyak fokus pada strategi jangka panjang perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini