Share

IHSG Diprediksi Rebound, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini

Aditya Pratama, iNews · Rabu 08 September 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 278 2467836 ihsg-diprediksi-rebound-intip-rekomendasi-saham-hari-ini-cSAm37SFR5.jpg IHSG Diprediksi Menguat (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.077-6.154.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal melemah namun kembali tertahan dilevel support Moving Average. Pergerakan momentum terkonsolidasi pada area tengah oscillator indikator stochastic dan RSI.

"Arah pergerakan masih memberikan signal trend positif selama IHSG masih kuat diatas 6.077 dan 6.050 yang merupakan level moving average 50 dan 200 hari saat ini. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat diperdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.077-6.154," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Catat! Besok 5 Perusahaan Melantai di BEI

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantarnya; BBRI, SIMP, SILO, PWON, MAIN, HMSP, BNGA, BRPT, ANTM, AGII.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun 14,54 poin atau 0,24% ke level 6.112 dengan pergerakan yang cenderung melemah sejak awal sesi perdagangan. Indeks sektor Teknologi (-2.35%), Material Dasar (-1.82%) dan Industrial (-1.04%) melemah lebih dari sepersen menjadi penekan IHSG. Saham TPIA, DCII, ARTO, ASII dan BUKA turun memimpin pergerakan saham yang dibawah rata-rata IHSG.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp187,61 miliar pada saham BBCA, TLKM, BMRI, BBNI dan UNTR yang menjadi top net buy value investor asing. Bank Indonesia merilis data Cadangan Devisa per Agustus 2021 yang melonjak tinggi dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia gagal mendorong optimisme investor hingga akhir sesi perdagangan.

Baca Juga: Penyebab IHSG Melemah, Investor Lebih Agresif

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar USD144,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar USD137,3 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Leader:

BBRI, HMSP, BMRI, SUPR, BSIM

Laggard:

TPIA, DCII, ARTO, ASII, BUKA

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi bergerak dengan hati-hati pada perdagangan hari Rabu setelah adanya penurunan saham di AS ditengah kekhawatiran bahwa varian delta dari covid-19 dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari pandemi.

Kontrak berjangka AS berfluktuasi setelah S&P 500 jatuh dan Nasdaq 100 naik ke rekor karena investor mencari area pasar yang lebih defensif. Ekuitas teknologi China yang terdaftar di AS melonjak pada taruhan bahwa tindakan keras peraturan Beijing yang terburuk telah berlalu.

Disaat ekuitas global yang terus mencapai rekor tertingginnya dan Prospek pembukaan kembali ekonomi yang lebih lambat serta pengurangan dukungan stimulus darurat dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa menyebabkan beberapa kekhawatiran investor.

Minyak mentah dan aluminium termasuk di antara komoditas yang mundur karena greenback yang lebih kuat. Bitcoin jatuh di tengah implementasi undang-undang El Salvador yang sulit yang membuat mata uang kripto legal. Investor akan menanti data pertumbuhan ekonomi di Jepang dan Dari dalam negeri investor akan menanti data indeks keyakinan konsumen. Sehingga secara sentimen pergerakan IHSG berpotensi terkonsolidasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini