5 Perusahaan Melantai di Bursa, Incar Dana IPO Rp49 Miliar hingga Rp1,1 Triliun

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 278 2467898 5-perusahaan-melantai-di-bursa-incar-dana-ipo-rp49-miliar-hingga-rp1-1-triliun-YTzmOiAG6E.jpg 5 Perusahaan Melantai di Bursa (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Lima perusahaan tercatat resmi melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (8/9/2021). Adapun perusahaan tersebut diantaranya, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

RUNS akan tercatat pada papan akselerasi di Bursa sekaligus menjadi perusahan Informasi dan Teknologi keenam yang melantai di Bursa pada tahun ini.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan telah melepas sebanyak 196.800.000 lembar saham dengan harga penawaran Rp254 per saham, sehingga dana yang berhasil dihimpun oleh Perseroan sebesar Rp49,98 miliar.

Dari hasil penghimpunan dana IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi saham, Perseroan akan menggunakan dana tersebut diantaranya, sekitar 74% akan digunakan sebagai modal kerja diantaranya yaitu untuk pembiayaan proyek baru, biaya overhead dan operasional. Pembiayaan proyek baru tersebut adalah pengadaan-pengadaan ERP dan pekerjaan pekerjaan managed service ERP pada pelanggan pelanggan Perseroan.

Baca Juga: Daftar 5 Perusahaan yang Melantai di BEI Hari Ini

Kemudian, sekitar 11% akan digunakan untuk market acquisition and expansion. Market acquisition and expansion bertujuan untuk memperluas segmen baru melalui pengembangan produk iKas, yaitu Micro point of Sales, yang ditujukan untuk bisnis UKM dan dapat menghubungkan antara pelanggan ERP ke bisnis UKM serta pengembangan lebih lanjut produk RUN Market, yaitu platform ERP untuk segmen bisnis menengah.

Lalu, sekitar 10% akan digunakan untuk riset dan pengembangan, dan sekitar 5% akan digunakan untuk belanja modal Perseroan yang meliputi alat kerja dan prasarana diantaranya adalah komputer, server, router server, switchhub manageable, server rak 20U, firewall Fortinet, dan kendaraan operasional.

Lalu, CMNT berhasil melaksanakan penawaran umum perdana saham sejumlah 1.718.800.000 lembar saham baru atau setara dengan 10,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan harga penawaran Rp680 per saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar lebih kurang Rp1,16 triliun.

Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya penerbitan akan digunakan seluruhnya untuk mendanai modal kerja, pembayaran sebagian utang bank sindikasi Perseroan, pembayaran sebagian utang pembangunan pabrik terak ke-dua di Bayah kepada Sinoma International Engineering Co Ltd dan PT Sinoma Engineering Indonesia, dan juga untuk mendanai belanja modal, yaitu penambahan Premix Crusher di pabrik Bayah, Coal Fired Gas Generator di pabrik Ciwandan, dan Coal Fired Dryer di pabrik Medan dan Bengkulu.

Baca Juga: Simak! Cara Beli Saham Melalui e-IPO

Kemudian, RSGK telah melaksanakan penawaran umum perdana saham sebanyak 185.940.000 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan mewakili sebesar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp1.720 per saham.

Perseroan dalam melaksanakan pengembangan usaha adalah dengan dilaksanakannya penguatan yang disertai dengan pengembangan sistem pelayanan kesehatan secara tepat dan efektif terhadap RS. Grha Kedoya dan RS. Grha MM2100 serta rumah sakit lain yang masuk dalam rencana pembangunan dan pengembangan di masa yang akan datang. Hal ini untuk mengambil kembali kepercayaan masyarakat dalam perkembangan dunia kesehatan dalam negeri serta membentuk infrastruktur penguatan pelayanan kesehatan yang mana diproyeksikan dapat menyerap pasar potensial pada dunia kesehatan dalam negeri.

Selanjutnya, SBMA telah melakukan penawaran awal pada tanggal 2 September 2021 sampai 6 September 2021. Jumlah lembar saham yang dilepas ke publik sebanyak 278.400.000 lembar atau mewakili 29,99% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana dan diharapkan dapat mengumpulkan dana sebesar Rp50,11 miliar.

SBMA juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 46.400.000 lembar yang diberikan kepada investor secara cuma-cuma sebagai insentif. Setiap pemegang 6 (enam) saham baru hasil Penawaran umum, investor berhak mendapat 1 (satu) Waran Seri I. Setiap 1 (satu) Waran Seri I, investor memungkinkan untuk mendapatkan satu saham perusahaan yang dikeluarkan dalam bentuk portepel.

Dana yang dihimpun dari Penawaran Umum ini, akan digunakan SBMA untuk mengembangkan bisnis dan menaikkan kapasitas produksi perusahaan. Sebanyak 49,01% akan digunakan untuk membeli lahan seluas 2,05 Ha, 37 persen digunakan untuk investasi pabrik dan alat-alat penunjang seperti storage tank dan tabung gas, dan 13.99% akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Terakhir, GTSI akan yang bergerak di bidang pengangkutan gas alam cair dan mengincar dana segar dari IPO sebesar Rp240 miliar. GTSI menawarkan 2.400.000.000 saham dengan harga penawaran saham Rp100 per saham.

Perusahaan berencana membangun permanent Floating Storage Regacification Unit (FRSU) untuk Sulawesi Utara. Pembangunan FRSU tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara yang memberikan penghematan yang cukup siginifikan kepada PLN Sulawesi Utara.

Untuk mendanai akuisisi tersebut, perseroan berencana menghimpun dana antara Rp286 miliar hingga Rp429 miliar melalui IPO dengan menjual 2,86 miliar saham baru.

Dengan pembangunan FSRU di ANOA maka diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi bagian Utara, penggunaan LNG yang dikonversi menjadi gas melalui proses regasifikasi sebagai bahan baku untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan di Sulawesi bagian Utara, sehingga diharapkan memberikan penghematan yang cukup signifikan kepada Pemerintah dalam hal ini PLN sebagai penyedia listrik bagi masyarakat khususnya di Sulawesi bagian Utara tersebut. Saat ini sedang dilakukan proses relokasi infrastruktur regasifikasi dari Teluk Amurang ke Gorontalo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini