Belajar Istilah Saham, Apa Itu Rights Issue?

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 278 2469231 belajar-istilah-saham-apa-itu-rights-issue-JULKEoC5nd.jpg Belajar istilah saham (Foto: Antara)

JAKARTA Investor saham mungkin sering mendengar istilah right issue saham. Adapun right issue juga sering dikenal dengan penerbitan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie menjelaskan, right issue adalah hak yang diberikan kepada investor lama untuk membeli saham baru yang diterbitkan sebelum saham baru tersebut ditawarkan ke investor lain. Di mana, mekanismenya adalah dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Baca Juga: Simak! Cara Beli Saham Melalui e-IPO

“Kalian paham ga dengan beberapa istilah gaul di pasar modal? Atau jangan-jangan masih banyak bingung jadinya maju-mundur juga mau investasi saham? Ya udah tenang aja. Kita belajar pelan-pelan ya,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Jumat (10/9/2021).

Prita mengatakan, sangat baik apabila seseorang yang berinvestasi di pasar modal memahami istilah-istilah yang ada. Terlebih saat ini ada beberapa emiten saham yang right issue.

Baca Juga: BEI: Optimalisasi Digital Bikin Investor Saham Makin Banyak

“Aku mau sharing beberapa bahasa gaul yang bagus banget jika kalian paham. Apalagi sekarang lagi berseliweran berita ada emiten saham yang right issue kan? Baiklah, semoga #tipsPrita ini bisa membantu kamu,” kata dia.

Lanjutnya, right issue juga memiliki manfaat. Di mana, bagi perusahaan publik akan memperoleh dana segar yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Sementara untuk investor, right issue merupakan sarana investasi untuk membeli saham perusahaan.

“Lalu, apa sih manfaatnya? Bagi perusahaan publik maka akan memperoleh dana segar yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan. Sedangkan bagi kita sebagai investor, maka merupakan sarana investasi untuk membeli saham perusahaan yang harapannya memiliki prospek fundamental yang lebih baik,” ujar Prita.

Akan tetapi, Prita menuturkan, sebagai investor ada tiga hal yang harus tetap dilakukan. Tiga hal tersebut, yaitu berpegang pada analisa fundamental, hanya menggunakan dana yang idle, dan mencatat tanggal penting aksi korporasi.

“Dalam jangka pendek, pergerakan harga saham kemungkinan terpengaruh oleh adanya aksi korporasi. Maka, penting banget investor juga mencatat tanggal CumRight, distribusi, perdagangan, pembayaran, dan lainnya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini