Share

5 Fakta BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Baru Cair ke 3,2 Juta Pekerja, Sisanya Kapan Ya?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 320 2469198 5-fakta-blt-subsidi-gaji-rp1-juta-baru-cair-ke-3-2-juta-pekerja-sisanya-kapan-ya-mxEgCn59bB.jpg BLT Subsidi Gaji Cair, Cek Rekening (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penerima BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1 juta hingga saat ini mencapai 3.251.563 pekerja. Angka tersebut setara 37,4% dari total target penerima BLT subsidi gaji sebanyak 8,7 juta orang.

Penyaluran BLT subsidi gaji Rp1 juta yang mencapai 3,2 juta pekerja sudah melewati tahap ketiga. BLT subsidi gaji tahun ini akan disalurkan hingga lima tahap.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Cair ke 3,2 Juta Pekerja, Ini Rincian Jumlah Penerima per Provinsi

Berikut fakta-fakta soal BLT subsidi gaji seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (11/9/2021).

1. 3,2 Juta Penerima BLT Subsidi Gaji

BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021 telah disalurkan ke 3.251.563 pekerja. Penyaluran BLT subsidi gaji tahun ini sudah melewati tahap ketiga. Jika dirinci, tahap I telah tersalurkan ke 947.436 penerima, tahap II tersalurkan kepada 1.145.598 penerima, dan tahap III tersalurkan kepada 1.158.529 penerima.

2. Skema Pencairan BLT Subsidi Gaji

 

Penyaluran BSU 2021 tahap I dan tahap II ditransfer langsung kepada pekerja/buruh penerima BSU yang memang telah memiliki rekening eksisting di salah satu Bank Himbara (Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI atau Bank BTN).

Sedangkan penyaluran Tahap III dilakukan melalui skema pembukaan rekening kolektif (Burekol) bagi para pekerja/buruh penerima BSU yang belum memiliki rekening di salah satu Bank Himbara.

"Alhamdulillah, penyaluran BSU di tahap ketiga melalui skema burekol sudah berjalan. Kemarin di Semarang, saya sempat meninjau pelaksanaan burekol ini di mana pihak bank Himbara jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang memang pekerja/buruh penerima BSU nya belum memiliki rekening Bank Himbara. Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga protokol kesehatan, agar tidak terjadi kerumunan, dan mempermudah proses aktivtasi rekening burekol," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Jakarta.

3. Tidak Ingin Duplikasi Penerima Bantuan

Ida mengingatkan bahwa untuk menghindari terjadinya duplikasi penerima manfaat program BSU 2021 dengan program bantuan sosial lainnya, maka sesuai dengan Permenaker 16 tahun 2021, penerima BSU diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang belum menerima manfaat program Kartu Prakerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk memitigasi terjadi duplikasi penerima dan sebagai upaya agar program BSU ini tepat sasaran, kami memang melakukan pemadanan data calon penerima BSU dengan database penerima program Kartu Prakerja, program BPUM, dan PKH. Hal itu dilakukan semata-mata agar program pemerintah dalam rangka PEN ini mencakup keseluruhan kelompok masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," lanjut Ida.

4. Penyaluran BLT Subsidi Gaji Dipantau Langsung

Ida mengatakan bahwa proses monitoring pelaksanaan program BSU terus dilakukan salah satunya dengan mengunjungi langsung para pekerja/buruh yang menerima manfaat BSU. BSU sendiri dinilai membantu pada pekerja/buruh di masa pandemi ini, terlebih lagi atas adanya penerima PPKM sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

"Sebagian besar BSU digunakan teman-teman pekerja/buruh untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga mereka" ujarnya.

5. Target Penyaluran BLT Subsidi Gaji

 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menargetkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji 2021 selesai secara keseluruhan pada Oktober 2021.

"Pada tahap III, IV, dan V ini mudah-mudahan lancar dan selesai paling cepat September, paling lama Oktober 2021," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini