1 Kolam Budidaya Udang Bisa Untung Rp40 Juta, Yuk Coba

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 455 2470028 1-kolam-budidaya-udang-bisa-untung-rp40-juta-yuk-coba-qu1eQxtBdo.jpg Budidaya Udang untuk Tambah Keuangan Keluarga. (Foto: Okezone.com/KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa budidaya seperti udang memiliki potensi yang menguntungkan dan dapat membantu keuangan keluarga. Karena itu, KKP pun membuat program Milenial Shrimp Farming (MSF) dengan mengusung konsep yang inovatif berbasis industri 4.0 dan melibatkan para generasi muda.

Koordinator Teknis MSF Iwan Sumantri menuturkan, dari segi keekonomian tentunya yang kami kembangkan ini cukup ekonomis.

"Artinya kami sudah membuktikan bahwa satu kolam ukuran 314 meter dengan kepadatan minimal 250 ekor per meter itu bisa menghidupi 1 keluarga dengan cukup," kata Iwan dikutip dari akun YouTube resmi KKP di Jakarta, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: 10 Tips Memulai Bisnis Kue bagi Pemula

Iwan menambahkan keuntungan yang bisa didapat satu kolam itu bisa Rp30-40 juta dalam waktu 90-110 hari alias 3 bulan.

"(Dengan pendapatan itu) artinya sudah diatas UMR apabila seorang sarjana perikanan langsung terjun ke tambak dengan teknologi seperti ini artinya tidak perlu ragu-ragu lagi untuk bagaimana bisa mendapatkan yang layak karena dengan teknologi milenial ini insya Allah pendapatan itu akan didapat tidak begitu sulit," paparnya.

Untuk bagaimana cara teknologi ini bisa diadopsi masyarakat secara luas itu adalah salah satu tugas MSF di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara sebagai UPT payau yang paling besar di Indonesia.

"Jadi untuk tahap pertama ini kami Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara kami merekrut fresh graduate sarjana perikanan dan universitas terbaik seluruh Indonesia yang kita didik selama hampir 1 tahun kita jadikan mereka pelaku usaha udang disini, kami punya 29 kolam yang dikelola oleh mereka," katanya.

Baca Juga: Maya Raup Cuan dari Pisang Goroho, Inovasi di Tengah Pandemi

Para sarjana perikanan nantinya dampingi secara terus menerus untuk bisa bagaimana setelah mereka keluar dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara sudah siap menjadi seorang pengusaha maupun sebagai seorang teknisi yang bisa kita sebarkan ke seluruh Indonesia.

Ditargetkan dapat mencetak tenaga-tenaga milenial untuk menjadi pelaku utama budidaya udang yang profesional, saat ini BBPBAP Jepara sudah mendidik 28 teknisi yang terdiri dari 8 perempuan dan 20 laki-laki yang merupakan lulusan sarjana dari perguruan tinggi terkemuka, untuk siap terjun menjadi teknisi tambak maupun pengusaha tambak.

Menurut Iwan, secara umum keunggulan teknologi milenial ini adalah sangat efisien dikembangkan baik dari level paling kecil skala rumah tangga maupun skala perusahaan. MSF yang berada di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara juga mempunyai target dari 1 kolam bisa menghidupi satu keluarga.

"Jadi target kami adalah 1 kolam itu bisa menghidupi satu keluarga, jadi minimal kolam seluas 200-1000 meter persegi itu bisa dioperasionalkan oleh 1 orang," katanya.

Menurut Iwan, modernisasi cara berbudidaya udang akan ada tantangan automatisasi yaitu untuk bisa meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga dan peningkatan produksi.

"Jadi dengan adanya automatisasi itu bisa mengurangi penggunaan tenaga kerja sehingga biaya operasional tenaga kerja yang biasanya cukup besar bisa kita tekan dan produktivitas bisa kita naikkan," ujar Iwan.

Teknologi budidaya udang dengan tenaga milenial juga pastinya memudahkan karena dikendalikan secara otomatis, beda dengan budidaya model seperti biasanya.

"Jadi kita kontrol dari jarak jauh, udang maupun kondisi kualitas air, kondisi konsumsi pakan, kondisi berapa biomas setiap hari itu bisa kita kontrol baik dari dekat maupun jauh," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini