Terdampak Pandemi, Ramayana Pangkas Pertumbuhan Penjualan Jadi 10%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 13 September 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 278 2470506 terdampak-pandemi-ramayana-pangkas-pertumbuhan-penjualan-jadi-10-w4kMPrdtf6.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Belum adanya kepastian kapan berakhirnya pandemi virus corona masih menjadi beban terhadap pencapaian bisnis PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Oleh karena itu, emiten ritel ini memprediksi target pertumbuhan penjualan tahun ini bakal meleset dari target. Di mana perseroan memutuskan untuk merevisi target pertumbuhan penjualan tahun ini menjadi 10% dari sebelumnya 15%.

Meski begitu, perseroan optimis bukukan penjualan hingga Rp4,35 triliun, apabila Covid-19 terus melandai. Plt Direktur Keuangan Ramayana Lestari Sentosa, Andreas Lesmana menjelaskan, revisi dilakukan sejalan dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli dan Agustus 2021, yang memaksa perseroan untuk menutup sejumlah gerai.

Sehingga, pada dua bulan tersebut perseroan tidak bisa membukukan penjualan yang optimal.

Baca Juga: 23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT

”Di mana realisasi penjualan kurang dari setengah target bulanan yang telah ditetapkan oleh perseroan, membuat target penjualan sedikit meleset,”ujarnya seperti dilansir Harian Neraca di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Andreas melanjutkan, penurunan tren penjualan ini mulai pulih pada September 2021, sejalan dengan dilonggarkan PPKM. Dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi dan regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia nantinya, perseroan memproyeksikan penjualan perseroan dapat bertumbuh 10% yakni Rp 4,35 triliun di akhir tahun 2021.

Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-38 pada 2021

“Kami berharap hingga akhir tahun nanti, level PPKM dapat terus menurun, sehingga pusat perbelanjaan bisa kembali dibuka dan menyumbang pada kenaikan penjualan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Perusahaan Setiadi Surya mengatakan, sejumlah strategi sudah disiapkan perseroan untuk mendukung rencana tersebut. Pertama, dengan menggenjot penjualan online. Menurunya traffic belanja instore dimanfaatkan perseroan dengan memaksimalkan pelayanan online mellalui menu layanan pesa antar di aplikasi Ramayana Member Card dan aplikasi pesan Whatsapp.

Selain itu, perseroan juga berkolaborasi dengan beberapa pemain e-commerce besar seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Bukalapak dan JD.id.

“Sampai dengan Juni 2021, penjualan online berkontribusi 0,8% dari total penjualan, kontribusi diharapkan terus naik dengan target lebih dari 2% di akhir tahun 2021,” kata Setiadi.

Strategi lainnya, yakni dengan mempertahankan keberadaan gerai dengan melakukan evaluasi secara berkala agar di kemudian hari, apabila pandemi telah usai perseroan siap melakukan penjualan dan memulihkan profit. Ketiga, restrukturisasi penggunaan lahan juga menjadi perhatian perseroan dikala pandemi, evaluasi penggunaan lahan dan juga nego ulang biaya sewa dilakukan RALS demi mencapai efisiensi.

Point selanjutnya, merchandising produk alternatif dengan harga yang lebih kompetitif sebagai siasat dalam menghadapi penurunan daya beli masyarakat. Tak ketinggalan, perseroan juga melanjutkan inisiatif lifestyle mall, dalam konsep ini gerai Ramayana menyediakan berbagai kebutuhan lengkap mulai dari berbelanja, kuliner sekaligus hiburan.

“Diharapkan memperluas pangsa pasar perseroan. Kami sudah mengkonversi sebanyak 22 gerai menjadi lifestyle mall,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini