Pergerakan IHSG Dibayangi Isu Pajak Sembako hingga Sekolah

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 278 2470863 pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah-KOz2Dh3wsx.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dua sentimen membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup berada di zona merah, melemah -6,7 poin (-0,11%) di level 6.088,1.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengungkapkan pelemahan indeks merupakan imbas dari penutupan bursa saham global sejak Jumat (10/9) lalu.

Baca Juga: IHSG Melemah Seharian, Ditutup Lesu ke Level 6.088

Tak hanya itu, rencana pemerintah untuk menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembako, jasa pendidikan, dan kesehatan turut menjadi sentimen dalam negeri.

"Adanya imbas dari penutupan bursa saham global di Jumat kemarin yang mengalami penurunan hingga sentimen dari dalam negeri di mana ada rencana pemerintah untuk menaikan PPN," tuturnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: IHSG Masih Punya Peluang Menguat pada Pekan Ini

Reza memandang dua hal utama tersebut memicu investor untuk tidak masuk ke pasar dalam jangka waktu sementara.

"(Ini) membuat pelaku pasar cenderung stay away dari pasar," ungkapnya.

Analisa Reza cukup kuat dibuktikan dengan transaksi pada Senin kemarin, mencapai Rp9,2 triliun, turun dari pekan lalu yang biasanya berada di angka Rp11-12 triliunan.

Di sisi lain, pelemahan indeks pada awal pekan, yang meninggalkan level 6100an, menurut pengamat terbilang masih wajar.

"Koreksi hari ini (Senin) di 6.088 masih berada di atas level support di level 6.043. Artinya ini masih koreksi wajar, karena aksi profit taking," kata Senior Research Analyst Infovesta Kapital, Praska Putrantyo, dalam 2nd Session Closing, Senin (13/9).

Praska melihat pergerakan IHSG masih fluktuatif mengingat aksi jual investor asing yang menembus Rp140,78 miliar.

Kepada investor, Praska merekomendasikan untuk mencermati sejumlah emiten big-caps dari sektor perbankan, pertambangan, hingga properti-real estat dengan strategi buy on weakness.

Seperti diketahui, valuasi sepekan menunjukan indeks melemah (-0,63%), dan masih memerah dalam sebulan (-0,84%). Namun, pergerakan IHSG secara year to date masih bertengger di range positif (1,82%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini