Wall Street Mixed, Penguatan Indeks S&P 500 Terhenti

Antara, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 278 2470867 wall-street-mixed-penguatan-indeks-s-p-500-terhenti-TtPy31KbeT.jpg Wall Street ditutup mixed (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah dengan Indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun lima hari karena investor fokus pada potensi kenaikan pajak perusahaan dan data-data ekonomi penting yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 261,91 poin atau 0,76%, menjadi menetap di 34.869,63 poin. Indeks S&P 500 ditutup menguat 10,15 poin atau 0,23%, menjadi 4.468,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergerus 9,91 poin atau 0,07%, menjadi berakhir di 15.105,58 poin.

Baca Juga: Wall Street Terjun Bebas Usai Data Klaim Pengangguran AS Sentuh Level Terendah

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona warna hijau, dengan sektor energi melonjak 2,94%, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,61%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Investor lebih menyukai value stocks (saham yang dinilai memiliki harga terlalu rendah dibanding dengan kinerja keuangannya) daripada saham pertumbuhan (growth stocks), karena saham akan mendapatkan keuntungan paling banyak dari kebangkitan ekonomi menikmati%tase keuntungan terbesar.

Baca Juga: Covid-19 Varian Delta Guncang Wall Street

"Mungkin tidak banyak kejutan positif yang datang bulan ini," kata Kepala Strategi Investasi SoFi, Liz Young, di New York. “Kami mengalami periode volatilitas lagi di mana saya pikir rotasi dapat kembali ke (saham) siklikal dan perdagangan dibuka kembali, ketika imbal hasil obligasi 10-tahun perlahan-lahan bergerak lebih tinggi hingga akhir tahun.”

Pelaku pasar fokus pada kemungkinan pengesahan paket anggaran 3,5 triliun dolar Presiden AS Joe Biden, yang diharapkan mencakup usulan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 26,5% dari 21%.

Analis Goldman Sachs memperkirakan tarif pajak perusahaan akan meningkat menjadi 25% dan diloloskannya sekitar setengah dari usulan kenaikan tarif pajak atas pendapatan di luar negeri, yang mereka perkirakan akan mengurangi laba S&P 500 sebesar 5% pada 2022.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis data indeks harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang dapat menjelaskan lebih lanjut gelombang inflasi saat ini dan apakah itu sementara seperti yang ditekankan The Fed.

"Saya tidak melihat inflasi turun kembali di bawah 2% ketika sebelum pandemi," tambah Young. “Bahkan jika beberapa dari kekuatan sementara itu melemah, kita akan tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.”

Indikator utama lainnya yang akan dirilis minggu ini termasuk penjualan ritel dan sentimen konsumen, yang dapat menjelaskan seberapa besar lonjakan permintaan yang didorong oleh keterlibatan kembali ekonomi yang telah diredam oleh varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Saham pembuat vaksin Moderna dan Pfizer Inc masing-masing anjlok 6,6% dan 2,2%, setelah para ahli mengatakan suntikan booster COVID tidak diperlukan secara luas.

Coinbase Global Inc mengumumkan rencana untuk mengumpulkan sekitar 1,5 miliar dolar AS melalui penawaran surat utang yang ditujukan untuk mendanai pengembangan produk dan akuisisi potensial. Saham flatform perdagangan mata uang kripto itu jatuh 2,2%.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,30 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,29 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini