Pendapatan Turun 46,7%, HK Metals Utama Rugi Rp9,6 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 278 2471074 pendapatan-turun-46-7-hk-metals-utama-rugi-rp9-6-miliar-J63aEhG6V5.jpg HK Metals Utama alami kerugian (Foto: Okezone)

JAKARTAPT HK Metals Utama Tbk (HKMU) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp236,8 miliar di semester pertama 2021. Jumlah tersebut turun 46,7% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp444 miliar.

Selain itu, emiten barang baku logam dan mineral masih membukukan rugi Rp9,6 miliar atau berhasil ditekan dibandingkan semester pertama 2020 mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp22,9 miliar.

Baca Juga: Alasan HK Metals Utama Tunjuk Ricky Harun Jadi Komisaris Independen

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Jodi Pujiyono mengatakan kenaikan harga raw material belum tercermin pada harga penjualan di semester I/2021 ini.

"Pada awal semester dua tahun ini nanti baru akan tercermin dengan adanya peningkatan harga penjualan mengikuti peningkatan harga raw material tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Ricky Harun Diangkat Jadi Komisaris Independen HK Metals Utama (HKMU)

Jodi juga menjelaskan di tengah transformasi bisnis yang dilakukan perseroan, HKMU mampu mencatatkan kenaikan produksi. Produksi pipa PVC naik 5,2% menjadi 1.438 ton, kloset sanitary naik 56,5% ke 288.067 pcs, pipa stainless naik 105,74% menjadi 325 ton, dan aluminium ekstrusi naik 1,1% ke 2.693 ton.

"Dengan adanya penunjukan direksi dan dewan komisaris baru yang kompeten pada bidangnya masing-masing, HKMU optimis mampu untuk meningkatkan kinerjanya sejalan dengan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional,"ungkapnya.

Dirinya juga menuturkan, segmen trading atau distribusi hanya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,6 miliar dibandingkan segmen manufaktur yang mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp234,2 miliar. Sepanjang semester I/2021, perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp27,5 miliar.

Jumlah tersebut menurun dari Rp51,3 miliar pada semester I/2020. Namun, beban pokok penjualan perseroan turun dari Rp392,6 miliar pada 30 Juni 2020 menjadi Rp209,23. Sementara, beban keuangan KHMU tercatat turun sebesar 65,2% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp15,5 miliar menjadi Rp44,5 miliar.

Ke depannya, kata Jodi Pujiyono, perseroan terus berupaya memperbaiki kinerja dengan inovasi strategi pemasaran menyiasati permintaan yang cenderung melandai khususnya setelah peraturan PPKM Darurat diberlakukan.

Strategi lain dari perusahaan adalah untuk tetap fokus pada unit bisnis manufaktur, peningkatan kompetensi dan sumber daya manusia untuk good manufacturing practice, diharapkan akan membuat kinerja perusahaan perlahan membaik pada semester II/2021 ini seiring dengan harapan pulihnya permintaan.

Perusahaan juga fokus untuk mengembangkan pasar bagi produk yang sudah ada, PT Handal Aluminium Sukses dengan produk Handex dan Commodor akan dimaksimalkan dengan menekan biaya produksi serta memperbesar kuota produksi untuk pasar ekspor, di mana hal serupa juga akan dilakukan di unit bisnis yang lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini