Wih! Banyak Investor, Transaksi Saham di Papua Tembus Rp4,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 278 2471089 wih-banyak-investor-transaksi-saham-di-papua-tembus-rp4-8-triliun-Ygqkz76m0d.jpg Jumlah investor pasar modal meningkat (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Investor saham di wilayah Indonesia Timur alami pertumbuhan. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Papua dan Papua Barat menyebut pelaku pasar saham aktif di Bumi Cenderawasih kini telah mencapai 2.540 investor.

Baca Juga: Terungkap! Banyak PNS Punya Usaha hingga Main Saham

"Kemudian total transaksi sejak Januari hingga Juni 2021 untuk wilayah Papua dan Papua Barat mencapai Rp4,8 triliun," kata Kepala Kantor BEI Perwakilan Provinsi Papua dan Papua Barat, Kresna A. Payokwa di Jayapura.

Disampaikannya, rata-rata transaksi bulanan di wilayah Papua dan Papua Barat dapat mencapai Rp813 milliar dengan tingkat inklusi mencapai 70%. Selanjutnya, Investor di Papua berdasarkan kelompok usia terbagi menjadi 41-100 tahun sebanyak 28%, 31-40 tahun sebanyak 38% dan 26-30 tahun sebanyak 34%.

Baca Juga: Belajar Istilah Saham, Apa Itu Rights Issue?

Dia menjelaskan, untuk profil pekerjaan investor di Papua hingga kini masih didominasi mahasiswa sebanyak 36%, karyawan swasta 28% dan pegawai negeri sipil 12%. Meskipun tengah berada di masa pandemi Covid-19, lanjutnya, BEI telah melaksanakan 125 kegiatan edukasi pasar modal, di mana 95% dilakukan secara daring.

Dirinya menambahkan, kini sudah ada 15 Galeri Investasi BEI di Papua dan Papua Barat, di mana per Juni 2021 sedang berjalan proses tiga Galeri Investasi Edukasi (untuk SMA).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengklaim kepemilikan saham masyarakat Bumi Cenderawasih di tengah kondisi penyebaran pandemi Covid-19 justru bergeliat dan meningkat.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak pernah bilang, kondisi tersebut tercermin dari kepemilikan saham investor yang tumbuh mencapai dua digit.

"Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2020, nilai kepemilikan investor di Papua mencapai Rp467,83 miliar atau tumbuh sekitar 17,79% jika dibandingkan dengan posisi Juli 2019, padahal, kepemilikan investor di bursa saham nasional mengalami penurunan sebesar 12,54%," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini