Karyawan Kimia Farma Diduga Teroris, Ini Kata Kementerian BUMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2471143 karyawan-kimia-farma-diduga-teroris-ini-kata-kementerian-bumn-B5ZH44ao3o.jpg Kementerian BUMN soal Karyawan Kimia Farma Terduga Teroris. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN menjelaskan perihal karyawan PT Kimia Farma Tbk diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI). Dugaan tersebut setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menciduk terduga di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kementerian BUMN mendukung setiap langkah aparat untuk menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga: Jangan Sampai Lengah! Erick Thohir Tak Ingin Kasus Covid-19 Turun tapi Obat Tidak Ada

"Kami dari Kementerian BUMN sangat mendukung ya, mensuport langkah-langkah yang dilakukan oleh Densus 88 dan setiap langkah-langkah aparat untuk menyelesaikan kasus yang mengenai karyawan Kimia Farma," ujar Arya kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Dia mengatakan, pemegang saham meminta kepada manajemen Kimia Farma agar membantu aparat untuk melakukan penyelidikan lebih jauh. Langkah itu, guna menghimpun semua data secara detail terkait terduga.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, Erick Thohir Jadi Pekerja Apotek Jual Obat

"Kami meminta Kimia Farma untuk mensuport apa yang dibutuhkan oleh aparat untuk mengetahui detail setiap permasalahan ini," katanya.

Sementara itu, dia membantah adanya keterkaitan antara terduga dengan sistem rekrutmen pegawai perusahaan pelat merah. Menurut Arya, terduga merupakan karyawan lama emiten dan tidak berhubungan dengan sistem rekrutmen yang dilakukan manajemen.

Sistem proses rekrutmen terus diperbaharui Kementerian BUMN dan saat ini semakin diperketat semua perusahaan. Karena itu, diyakini terduga terpapar paham radikalisme di luar lingkungan BUMN dan terjadi dalam rentan waktu yang lama.

"Terkait rekrutmen di BUMN, ini kan karyawan Kimia Farma sudah lama juga, dan kita tahu ini bukan soal perekrutannya, tapi kan ini mungkin terpapar proses sudah lama juga lah. Jadi, kami di kementerian itu terus memperbaharui setiap rekrutmen, terus kita perbaharui dan memang kita ketat soal itu, sekarang ini sudah ketat lah," katanya.

Untuk mencegah kasus tersebut, pemegang saham pun menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan proses ideologisasi Pancasila di Kimia Farma dan BUMN lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini