Miliarder Eric Yuan Putar Otak agar Bisnis Zoom Tak Ditinggal

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 455 2470965 miliarder-eric-yuan-putar-otak-agar-bisnis-zoom-tak-ditinggal-ScCC4vCHgC.jpg Eric Yuan (Foto: Forbes)

JAKARTA - CEO Zoom sekaligus miliarder Eric Yuan putar otak agar bisnis Zoom yang membuat dirinya jadi orang terkaya dunia tidak ditinggalkan dan tetap eksis meski pandemi Covid-19 berakhir.

Selama pandemi Covid-19, Zoom sangat diandalkan untuk bekerja maupun belajar dari rumah. Namun, seiringnya waktu kondisi normal pasca Covid-19 terus membaik. Pekerja sudah mulai bekerja dari kantor, bahkan sekolah pun sudah offline alias tatap muka.

Untuk itu, Eric Yuan mengumumkan bakal ada fitur baru Zoom yang mendukung sistem kerja hybrid di kantor. Pengembangan mengikuti lingkungan campuran (dari kantor dan rumah) ini mencakup papan tulis virtual, terjemahan langsung, dukungan konsultasi online, dan Zoom Rooms.

Baca Juga: Dalam Sehari, Kekayaan Bos Zoom Eric Yuan Bertambah Rp96 Triliun

Menunjukkan rasa semangatnya akan kehidupan kerja hybrid, Eric Yuan mengaku bakal mendorong Zoom untuk membangun platform komunikasi yang mendukung sistem itu. Hal ini dia umumkan setelah beberapa lalu menderita Zoom Fatigue (kelelahan dalam menggunakan Zoom).

"Sekarang untuk setiap fitur, kami perlu memikirkan bagaimana mendukung hybrid," kata Yuan dilansir dari Forbes, Selasa (14/9/2021).

Ke depannya, penggunaan Zoom akan memungkinkan untuk rapat dari rumah dan tetap terhubung dengan orang yang bekerja dari kantor.

Tak cuma itu, Zoom juga membuat pengumuman besar soal video engagement center, fitur yang menghubungkan layanan pelanggan dengan penguna untuk konsultasi online atau penelusuran berbasis video.

Alat yang rencananya dirilis tahun depan ini bisa juga digunakan untuk konteks belanja dengan para penjual mendemonstrasikan produk mereka di toko secara offline maupun online.

Soal papan tulis virtual, ini diharapkan membantu memecahkan masalah kolaboratif yang memerlukan strategi. Yuan mengatakan alat ini harus bekerja bersama perusahaan startup seperti Figma dan Miro.

Kemudian, Zoom juga bakal meluncurkan fitur terjemahan langsung untuk berbagai bahasa. Fitur ini adalah hasil akusisi Zoom dengan perusahaan startup di Jerman baru-baru ini.

Tak luput juga fitur baru Hot Desk yang bakal mempermudah pekerja untuk menentukan "meja dan komputer" dalam akun Zoom mereka.

Buat para pekerja WFH yang terbiasa melihat wajah kolega mereka di kantor, ruang konferensi Zoom Rooms juga dikabarkan akan memberikan tampilan individual dari setiap peserta.

Zoom juga menawarkan opsi "bring your own encryption key" bagi pengguna yang fokus pada keamanan dalam menjalani berbagai kegiatan di Zoom.

Sadar bahwa Zoom telah jadi kunci kehidupan daring selama pandemi, Yuan menyebut berbagai pembaruan ini bebas digunakan untuk kegiatan sekolah mana pun secara gratis. Di sisi lain, saham Zoom juga menurun sekitar 18% tahun ini, akibat banyaknya perusahaan yang membuat platform rapat mereka sendiri.

"Kami ingin anak-anak kembali bersekolah," kata Yuan saat menawarkan layanannya ke sekolah K-12 mana pun yang membutuhkan. Secara pribadi, dia senang dua anak bungsunya kembali bersekolah secara offline.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini