Lego Jadi Merek Mainan Termahal di Dunia

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 455 2471002 lego-jadi-merek-mainan-termahal-di-dunia-rE9uC8T3Ev.jpg Lego Jadi Merek Mainan Termahal. (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - Grup Lego memiliki nilai pasar hingga USD7,57 miliar. Hal ini pun menjadikan Lego sebagai merek mainan dunia terbesar.

Berdasarkan konsultan Brand Finance, pengukuran nilai merek menggunakan faktor-faktor termasuk kinerja bisnis dan nilai merek bila ingin menggunakan lisensinya.

Permainan Lego yang sederhana kini merayakan ulang tahun ke-60. CNBC menilai praktik pemasaran telah menempatkannya di daftar teratas keinginan anak-anak. Ini terlepas dari hasil buruk tahun 2017 silam.

Suatu waktu, Julia Goldin mengetahui bahwa dirinya mendapat posisi sebagai Kepala Bagian Pemasaran (CMO) di Lego, perusahaan mainan paling bernilai tinggi di dunia. Setelah itu, dia langsung membelikan anak-anaknya mainan Lego seri Big Ben.

Baca Juga: Wirausaha Muda Jangan Latah Ikuti Tren Bisnis di Media Sosial

"Aku menaruhnya di atas meja dan mengatakan ada kabar baik. Aku punya pekerjaan baru, dan kami akan pindah ke London," katanya dilansir dari CNBC, Selasa (14/9/2021)/

Saat itu masih 2014, dan keluarganya tinggal di AS, karena Goldin bekerja sebagai CMO merek global Revlon yang berbasis di New York. Setiap orang memiliki cerita Lego mereka, kata Goldin.

"Setiap kali saya bertemu siapa pun dan saya memberi tahu mereka bahwa saya bekerja di Lego, saya mendapat senyum lebar karena setiap orang memiliki kisah pribadi untuk diceritakan. Mereka ingat set pertama mereka, mereka ingat pertama kali mereka memberikannya kepada anak mereka atau sesuatu yang mereka bangun," katanya.

"Pemasaran benar-benar merupakan inti dari apa yang kami lakukan di luar sana dan itu sebabnya kami ingin itu menjadi bagian dari proses pencapaian perusahaan," ujar Julia.

Proses untuk menciptakan konten online juga menjadi fokus Goldin. Bersama-sama anggota tim mereka bekerja saat konten baru diluncurkan daripada melakukan sebelumnya.

Baca Juga: Syarat Ikut Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2021

"Kami mengizinkan karyawan memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam hal membuat keputusan dan membuat perubahan yang mereka butuhkan untuk, mengurangi hirarki dan proses simpel, tetapi juga memastikan bahwa mereka membebaskan waktu mereka sehingga mereka tidak sekedar membuat banyak hal sebelum waktunya" kata dia.

Seiring dilakukannya perubahan agar beroperasi dengan mantap di masa depan, namun Lego juga mencari pasar baru. Lego melihat ada pertumbuhan dobel yang kuat di China dan akan membuka kantor di Dubai tahun ini.

"Di tempat-tempat seperti China dan India ketika kita memperluas jangkauan geografis kita, orang-orang benar-benar tidak tahu Lego sama sekali, sehingga kita masih dapat belajar apa artinya dan membangun kekuatan untuk menjadi merek penantang dan untuk belajar bagaimana untuk berkompetisi dan melawan kompetitor. Semua itu membutuhkan sikap rendah hati," kata VP Digital Consumer Engagement Lego, Peter Kim.

Lego mengumumkan kemitraan dengan Tencent pada bulan Januari, yang akan mengkaji game Lego yang diusulkan oleh raksasa internet China tersebut, serta perluasan edukasi Lego di China.

Para pendatang baru juga terus bermunculan sepanjang waktu, seperti GoldieBlox, perusahaan mainan mendorong gadis-gadis untuk membangun dan bertujuan untuk menginspirasi karir di industri sains dan teknologi.

"Sangat mudah untuk menjadi sombong dan hanya mengatakan bahwa semua orang tahu merek, dan kita hanya terus melakukan apa yang kita lakukan dan kita aman. Tetapi yang kami pikirkan, hei, apa yang konsumen inginkan, bagaimana kita sampai di sana, bagaimana kita menjangkaunya?" Kata Kim.

Upaya mencari tahu apa yang anak-anak dan orang tua mereka inginkan adalah rahasia kesuksesan Lego. Menurut Goldin, jawabannya adalah kebaruan: karena setiap tahunnya sekitar 25 hingga 30 persen penjualan berasal dari produk baru.

"Sebagai kepala bagian pemasaran Anda benar-benar perlu memahami bagaimana seluruh proses ini bekerja, bagaimana Anda dapat mempercepatnya, bagaimana Anda dapat membawa hal-hal ke pasar dengan lebih cepat, bagaimana Anda memecahkan masalah di sekitarnya, namun juga bagaimana anda menginspirasi inovasi," kata Goldin ke CNBC.

Dan di sinilah pengalamannya menjual kosmetik untuk wanita di Revlon membantunya.

"Seperti dalam bisnis mainan, kategori kecantikan banyak bergantung pada hal baru seperti anak-anak, wanita tidak tahu apa yang mereka inginkan tidak ada wanita yang akan pernah memberitahu anda apa yang sebenarnya dia inginkan. Tidak ada wanita yang pernah memberitahu anda bahwa dia memiliki cukup pasang sepatu atau cukup warna lipstik atau cukup makeup. Tetapi jika anda bertanya kepada mereka apa yang anda inginkan, mereka tidak akan pernah tahu. Dan itu sama dengan anak-anak, mereka mencari sesuatu yang baru," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini